Suasana Selasar Nusantara V di Gedung MPR RI Jakarta kemarin (11/3) terasa berbeda. Biasanya tempat itu dipenuhi debat politik, namun kali ini riuh rendah oleh lantunan ayat suci Al-Qur'an dan canda tawa puluhan anak yatim. Fraksi PKB MPR memang sengaja menggelar acara spesial: peringatan Nuzulul Qur'an sekaligus santunan.
Ketua F-PKB MPR RI, Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz, dalam sambutannya mengingatkan semua yang hadir tentang keistimewaan Ramadan. Bulan ini bukan cuma tentang menahan lapar dan dahaga, lho. Tapi juga bulan di mana kitab suci Al-Qur'an pertama kali diturunkan.
"Al-Qur'an itu pedoman hidup kita. Peta jalannya umat Islam," ujar Neng Eem.
"Dari sanalah kita tahu mana jalan yang benar untuk ditempuh, mana yang harus kita jauhi. Hidup jadi punya arah yang jelas, baik di dunia sekarang maupun nanti."
Namun begitu, Neng Eem tak hanya bicara soal spiritualitas. Ia menyoroti kondisi dunia yang carut-marut belakangan ini. Perang di sana-sini, tensi internasional yang kerap memanas. Dalam situasi seperti itu, menurutnya, Indonesia justru harus makin kuat merawat persatuannya.
Kokohnya persatuan, sambungnya, akan mengubah kita menjadi bangsa besar. Bangsa yang bisa mengayomi semua suku di dalamnya, tumbuh bersama tanpa perlu mengancam keberadaan bangsa lain.
Artikel Terkait
KPK Pindahkan Gubernur Nonaktif Riau ke Rutan Pekanbaru Jelang Sidang
Polisi Gerebek Pabrik Mi Basah Berformalin di Boyolali, Produksi Diduga Sejak 2019
KAI Commeter Siapkan 1.149 Perjalanan Kereta Hadapi Lonjakan Wisatawan Lebaran 2026
KPK Sangkakan Bupati Rejang Lebong Terima Suap Rp980 Juta untuk Proyek PUPR