Bhayangkara FC Balikkan Keadaan, Kalahkan Arema FC 2-1 di Lampung

- Kamis, 12 Maret 2026 | 00:40 WIB
Bhayangkara FC Balikkan Keadaan, Kalahkan Arema FC 2-1 di Lampung

BANDAR LAMPUNG – Drama di Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Selasa malam lalu. Bhayangkara FC berhasil membalikkan keadaan untuk mengalahkan Arema FC dengan skor 2-1. Kemenangan ini jadi bagian dari lanjutan Liga Super 2025-2026, dan tak lepas dari keputusan Paul Munster yang mengubah taktik di babak kedua.

Laga berjalan ketat sejak awal. Kedua tim saling serang, menekan, mencari celah. Namun, Arema-lah yang lebih dulu membuka keunggulan. Di penghujung babak pertama, tepatnya menit 45 1, Joel Vinicius berhasil menggoyang jala Bhayangkara. Gol itu bertahan hingga turun minum, membuat suporter tuan rumah terdiam.

Namun begitu, suasana berubah total setelah istirahat. Bhayangkara tampil dengan energi berbeda. Mereka bangkit. Privat Mbarga menjadi pahlawan penyama kedudukan pada menit ke-76, menyulut harapan. Tekanan berlanjut, dan di menit-menit penutup, tepatnya menit 88, Moussa Sidibe dengan tenang mengeksekusi penalti. 2-1 untuk Bhayangkara, skor yang tak tergoyahkan hingga peluit panjang berbunyi.

Pertandingan ini juga panas. Arema harus bermain dengan sepuluh pemain dua kali. Pablo Oliveira diusir wasit di masa injury time babak pertama, lalu Dalberto menyusul dapat kartu merah di menit ke-70. Situasi itu jelas memberatkan mereka.

Di sisi lain, kunci kemenangan ada di tangan pelatih Paul Munster. Dia mengaku tak puas dengan performa anak asuhnya di babak pertama.

“Arema FC adalah tim yang bagus, di babak pertama saya kurang senang dengan permainan kami. Setelah istirahat kami berbicara sedikit soal taktik, kami merubah cara bermain kami,” ujar Munster.

Perubahan strategi itu rupanya ampuh. Intensitas permainan Bhayangkara naik drastis, mereka lebih menguasai situasi.

“Sehingga kami dapat melakukan comeback, yang terpenting kami meraih 3 poin untuk kelima kalinya,” tambahnya.

Munster juga tak lupa memuji mental juara para pemainnya. Menurutnya, timnya punya karakter pantang menyerah.

“Yang terpenting adalah kami mampu mendapatkan momennya. Tentu saja dukungan suporter di Lampung memberikan kami ketenangan. Saya melihat tim ini menolak untuk menyerah, bahkan imbang saja tidak mau, itu adalah mentalitas untuk menang,” tegas pelatih itu.

Kemenangan dramatis ini memperpanjang catatan manis The Guardian of Saburai. Mereka sudah meraih lima kemenangan beruntun di kompetisi. Hasil itu juga mendongkrak posisi mereka ke peringkat keenam klasemen sementara, dengan 41 poin dari 25 laga yang telah ditempuh. Momentum positif ini jelas jadi modal berharga.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar