Penulis: Ridho Dwi Putranto
TVRINews, Jakarta
Libur Lebaran 2026 tinggal menghitung hari. Seperti tahun-tahun sebelumnya, KAI Commuter bersiap menghadapi arus penumpang yang membanjir, khususnya di sejumlah titik tujuan wisata. Dari sekian banyak stasiun, tiga di antaranya diprediksi bakal paling sibuk: Stasiun Bogor, Rangkasbitung, dan Jakarta Kota.
Karina Amandadi, Vice President Corporate Secretary KAI Commuter, mengaku prediksi ini bukan tanpa dasar. Polanya merujuk pada pergerakan masyarakat saat Lebaran tahun lalu.
“Kalau lihat data volume penumpang 2025, kami perkirakan pola serupa akan terulang. Stasiun seperti Bogor, Rangkasbitung, dan Jakarta Kota biasanya ramai karena jadi tujuan wisata,” jelas Karina saat ditemui di Stasiun Juanda, Jakarta Pusat, Rabu (11/3/2026).
Menurutnya, lonjakan ini biasanya belum terasa di hari pertama Lebaran. Baru setelahnya, tepatnya mulai H 1, stasiun-stasiun itu mulai dipadati orang yang ingin bersantai atau jalan-jalan.
“Mobilitas untuk wisata biasanya baru meningkat sejak H 1 Lebaran,” ujarnya.
Karina juga menyoroti waktu-waktu rawan kepadatan. Di hari libur, trennya berbeda. Keramaian baru akan terasa sekitar pukul 10 pagi ke atas, terutama dari hari kedua Lebaran dan seterusnya.
Nah, menghadapi situasi itu, KAI Commuter tentu tak tinggal diam. Mereka sudah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi berdasarkan SOP angkutan Lebaran. Salah satu fokusnya adalah mengatur alur pergerakan penumpang di area stasiun.
“Kami sudah siapkan pengaturan flow-nya. Jadi kalau antrean terjadi, tetap bisa dikelola dengan baik. Aspek keselamatan dan kenyamanan tetap jadi prioritas,” tegas Karina.
Secara operasional, persiapan mereka cukup masif. Setiap hari selama periode Lebaran nanti, akan ada 1.149 perjalanan kereta yang beroperasi. Ini mencakup wilayah Jabodetabek, Merak, dan layanan menuju Bandara Soekarno-Hatta. Total kapasitas angkutnya mencapai lebih dari 50 juta penumpang naik sekitar 4% dari tahun sebelumnya.
Khusus untuk Commuter Line Jabodetabek, ada 1.065 perjalanan harian dengan kapasitas hampir 47 juta penumpang. Karina memproyeksikan jumlah pengguna nyatanya akan mencapai sekitar 18,9 juta orang, atau naik tipis 1% dari realisasi tahun 2025.
Di sisi lain, layanan pendukung juga dioptimalkan. Untuk rute bandara (Basoetta), tersedia 70 perjalanan per hari yang bisa mengangkut sekitar 415 ribu penumpang. Dari angka itu, diperkirakan hampir 146 ribu orang akan memanfaatkannya untuk ke bandara selama masa mudik.
Layanan ke Merak pun tak ketinggalan ditingkatkan. Intinya, semua diupayakan agar mobilitas masyarakat selama liburan bisa lancar. Tentu saja, dengan tetap mengedepankan keselamatan dan kenyamanan sebagai harga mati.
Editor: Redaktur TVRINews
Artikel Terkait
Pemerintah Sinyalkan Harga BBM Non-Subsidi Berpotensi Naik, BBM Subsidi Tetap Dijaga
Persik Kediri Masih Terancam Degradasi, Hadapi Borneo FC di Laga Krusial
Penembakan di Luar Acara Jurnalis Gedung Putih, Trump dan Sejumlah Pejabat Dievakuasi
Menkeu Yakin IHSG Tembus 10.000 Tahun Ini Meski Terpukul Sentimen Global