"Konstitusi kita sendiri kan mengajarkan untuk menghormati kedaulatan bangsa lain," tegasnya.
"Justru dengan mengakui keberadaan mereka, bukan meniadakannya, kita akan menjadi bangsa yang kuat. Jadi pelopor perdamaian, bukan sumber ancaman."
Pendapat senada datang dari Plt Sekjen MPR RI, Siti Fauziah. Menurutnya, acara seperti ini punya dampak yang nyata.
"Ini bukan sekadar seremoni. Nuzulul Qur'an dan santunan ke anak yatim ini intinya mempererat hubungan antar manusia," kata Siti.
"Dengan begitu, persatuan yang kita gembar-gemborkan itu benar-benar terasa, bukan cuma di atas kertas."
Acara itu sendiri berlangsung cukup meriah. Selain diisi tausiyah dari KH Yusuf Khudori, juga ada bazar dari pengusaha UMKM. Tentu saja, para anak yatim yang hadir menjadi perhatian utama, menerima santunan dengan wajah-wajah ceria. Sejumlah anggota F-PKB MPR RI tampak hadir, larut dalam nuansa kebersamaan yang berbeda dari agenda politik biasanya.
Artikel Terkait
KPK Pindahkan Gubernur Nonaktif Riau ke Rutan Pekanbaru Jelang Sidang
Polisi Gerebek Pabrik Mi Basah Berformalin di Boyolali, Produksi Diduga Sejak 2019
KAI Commeter Siapkan 1.149 Perjalanan Kereta Hadapi Lonjakan Wisatawan Lebaran 2026
KPK Sangkakan Bupati Rejang Lebong Terima Suap Rp980 Juta untuk Proyek PUPR