Udara di pemakaman itu terasa berat, Minggu lalu. Di antara kerumunan yang berduka, wajah Yura Yunita tampak jelas menyimpan duka yang dalam. Usai mengantar sahabatnya, Vidi Aldiano, ke peristirahatan terakhir, penyanyi itu mencoba merangkai kata untuk menggambarkan kehilangannya.
“Pertama tahu kabarnya, ya, kaget dan sedih banget,” ujar Yura, suaranya lirih. Ia ditemui beberapa saat setelah prosesi berlangsung.
“Tapi yang pasti, sekarang kita coba tenangin hati. Vidi sudah nggak sakit lagi.”
Bagi Yura, kepergian Vidi harus dilihat sebagai akhir dari sebuah perjuangan. Sebuah jalan panjang melawan penyakit yang kini sudah berakhir. Meski hati masih terasa sesak, ia memilih untuk percaya bahwa sahabatnya itu kini telah menemukan ketenangan yang lebih abadi.
Kalau ditanya soal kenangan, Yura langsung teringat satu hal: betapa Vidi selalu mendahulukan orang lain. Itu sifat yang melekat, bukan sekadar basa-basi. Menurutnya, sikap itulah yang bikin Vidi begitu disayangi banyak orang.
“Dia tipe orang yang selalu mikirin orang lain dulu, baru dirinya sendiri. Baik banget. Sahabat yang sangat baik,” kenang Yura.
Artikel Terkait
Reksa Dana Syariah Sucorinvest Tembus Rp16,96 Triliun, Diduga Dukung Tren Alokasi THR
Kepala Bappisus Pastikan Stok dan Harga BBM Aman, Fondasi Ekonomi Indonesia Kuat Hadapi Gejolak Global
DPR Gelar RDPU dengan Pakar Hukum untuk Bahas Desain dan Masalah Krusial Pemilu
Anggota DPR Desak Kemendikdasmen dan Kemenkominfo Sinkronkan Aturan Larangan Medsos untuk Anak