Setelah sembilan hari tanpa pemimpin, Iran akhirnya memiliki figur baru di puncak kekuasaan. Mojtaba Khamenei, putra kedua mendiang Ayatollah Ali Khamenei, kini resmi ditetapkan sebagai Pemimpin Tertinggi yang baru. Penunjukan ini mengikuti serangan gabungan yang menewaskan ayahnya, sebuah peristiwa yang mengguncang kawasan.
Prosesnya berlangsung di Majelis Pakar. Dan seperti yang banyak ditebak, Mojtaba sosok yang selama ini disebut-sebut sebagai calon kuat berhasil terpilih. Pengumuman resminya baru keluar Senin lalu, menutup masa berkabung sekaligus membuka babak baru.
Ini menarik. Mojtaba, 56 tahun, bukanlah politikus yang biasa kita kenal. Dia tak pernah sekalipun mencalonkan diri dalam pemilu atau menduduki jabatan publik. Namun, pengaruhnya justru luar biasa, terbangun diam-diam selama puluhan tahun di lingkaran dalam ayahnya. Koneksinya dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) pun dikenal sangat erat.
Soal suksesi sendiri selalu jadi topik yang dihindari. Sensitif. Pasalnya, kenaikan Mojtaba bisa dilihat sebagai awal dinasti politik, sebuah hal yang mengingatkan pada era monarki sebelum revolusi 1979. Dia sendiri tak pernah membicarakannya secara terbuka.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Gelar Rapat Strategis Evaluasi Swasembada dan Persiapan Lebaran
Polisi Gerebek Pesta Narkoba di Bekasi, Buronan Kasus Ekstasi Diamankan
Wali Kota Banjarmasin Ajak Ormas Atasi Sampah dan Banjir
Tiga ABK Indonesia Hilang Usai Kapal Tugboat Meledak dan Tenggelam di Selat Hormuz