Di sisi lain, dukungan untuknya langsung mengalir. Garda Revolusi, misalnya, tak menunggu lama untuk menyatakan kesetiaan.
begitu bunyi pernyataan mereka, seperti dilaporkan AFP. Sikap itu jelas, tegas, dan tanpa keraguan.
Dukungan juga datang dari jauh, tepatnya dari Yaman. Kelompok Houthi, sekutu Iran di kawasan, menyambut baik penunjukkan ini. Menurut mereka, ini adalah momentum yang tepat di tengah ketegangan dengan AS dan Israel.
kata pernyataan mereka di Telegram. Mereka melihat ini sebagai kemenangan sekaligus pukulan telak bagi musuh-musuh Teheran. Narasinya jelas: di saat sulit, Iran punya pemimpin baru yang siap melanjutkan perjuangan.
Jadi, begitulah. Transisi kekuasaan yang penuh gejolak ini akhirnya menemukan titik terang. Mojtaba Khamenei, sang tokoh bayangan, kini tampil ke depan. Tantangannya tentu tidak kecil. Dia harus memimpin negeri itu di tengah situasi regional yang masih panas dan warisan politik yang sangat berat.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Gelar Rapat Strategis Evaluasi Swasembada dan Persiapan Lebaran
Polisi Gerebek Pesta Narkoba di Bekasi, Buronan Kasus Ekstasi Diamankan
Wali Kota Banjarmasin Ajak Ormas Atasi Sampah dan Banjir
Tiga ABK Indonesia Hilang Usai Kapal Tugboat Meledak dan Tenggelam di Selat Hormuz