Banjarmasin – TVRINews
Banjir dan tumpukan sampah. Dua masalah klasik itu masih saja menghantui Kota Banjarmasin. Rasanya, setiap kali hujan deras turun, ancaman itu muncul kembali. Menghadapinya, pemerintah kota jelas tak bisa bekerja sendirian.
Wali Kota Banjarmasin, M. Yamin, punya pandangan yang jelas. Menurutnya, kunci mengurai persoalan ini terletak pada kolaborasi. Sinergi antara pemerintah dan organisasi-organisasi kemasyarakatan dianggapnya vital.
Ajakan itu ia sampaikan dalam sebuah buka puasa bersama dengan sejumlah ormas, baru-baru ini di Al Irsyad Al Islamiyah Cabang Banjarmasin. Yamin melihat, kelompok masyarakat seperti ini punya jangkauan dan pengaruh yang bisa dimanfaatkan untuk hal-hal praktis.
“Dalam menangani sampah dan mengelola sungai, kami berharap ormas bisa membantu pemerintah,” ujar Yamin, Minggu (8/3/2026).
Ia lalu merinci harapannya. Peran mereka adalah mengedukasi keluarga, tetangga, dan lingkungan sekitarnya. Fokusnya pada hal-hal sederhana tapi berdampak: mengurangi pemakaian plastik sekali pakai, memilah sampah dari rumah, dan mengolahnya sedini mungkin.
Logikanya sederhana. Semakin banyak elemen masyarakat yang terlibat, upaya menekan volume sampah dan menjaga kebersihan sungai akan semakin kuat. Di kota yang dijuluki Seribu Sungai ini, hal itu bukan pilihan, melainkan keharusan.
Di sisi lain, pihak ormas menyambut baik gagasan ini. Muhammad Sadiq, Ketua Al Irsyad Al Islamiyah Cabang Banjarmasin, mengapresiasi langkah pemerintah yang membuka ruang kerja sama.
“Kami sangat mendukung apa yang diinginkan Wali Kota. Soal kebersihan dan penanganan sampah, kita pernah alami kondisi sampah yang membludak. Namun seiring waktu dan gerakan yang dilakukan, alhamdulillah persoalan itu perlahan mulai teratasi,” jelas Sadiq.
Bagi Sadiq, potensi ormas untuk mendukung pembangunan daerah sangat besar. Keterlibatan mereka bisa menjadi pengungkit yang memperkuat program pemerintah, khususnya dalam hal yang menyentuh langsung kehidupan warga seperti sampah dan banjir.
Melalui acara buka puasa bersama seperti ini, harapannya jelas: menghimpun energi dan potensi masyarakat. Dari situ, diharapkan lahir gerakan kolektif yang lebih solid untuk membangun Banjarmasin ke depan. Tantangannya nyata, tapi semangat untuk berkolaborasi tampaknya mulai menguat.
Artikel Terkait
Ledakan di Jalan Fatmawati Akibat Pengeboran Kabel PLN, Dua Pekerja Luka Bakar
Peringatan Tsunami di Gorontalo Utara Resmi Dicabut, Warga Dipersilakan Kembali ke Rumah
Imigrasi Deportasi WN AS Buronan Kasus Pelecehan Seksual yang Bersembunyi 15 Tahun di Bunker Depok
Gojek Selidiki Viral Tarif Ojol Rp400 Ribu dari Senayan ke Bundaran HI