Presiden Iran Janji Hentikan Serangan ke Tetangga, Tapi Drone Masih Jatuh di Dubai

- Senin, 09 Maret 2026 | 16:30 WIB
Presiden Iran Janji Hentikan Serangan ke Tetangga, Tapi Drone Masih Jatuh di Dubai

Kekacauan komunikasi internal ini diakui sendiri oleh Pezeshkian. Dalam pidato yang sama, dia menyebut serangan-serangan yang terus terjadi itu akibat koordinasi pemerintah yang buruk. Analisis dari luar punya penilaian serupa: Iran mungkin sudah kehilangan otoritas pusat yang solid.

Lihat saja contohnya. Baru-baru ini, Garda Revolusi yang dulu langsung di bawah Khamenei mengancam akan menutup Selat Hormuz. Tapi, tak lama kemudian, militer reguler Iran muncul di TV menyangkal rencana itu. Mereka bilang, selat itu tetap terbuka. Laporan media AS juga sempat mencuat soal upaya Tehran menghubungi Washington untuk membuka kembali negosiasi. Eh, tidak sampai sehari, lembaga lain di Iran membantahnya dan kembali meneriakkan slogan "tidak akan pernah menyerah".

Jadi, apa yang sebenarnya terjadi? Di satu sisi, ada permintaan maaf dan janji penghentian serangan. Di sisi lain, drone masih meluncur dan pernyataan-pernyataan dari dalam negeri saling bersilangan. Tampaknya, peta kekuasaan di Iran pasca-Khamenei masih gelap dan berdarah. Setiap lembaga mungkin sedang tarik-ulur, mencoba menentukan arah negara di tengah tekanan luar yang mencekik. Janji di layar kaca belum tentu jadi kenyataan di lapangan. Dan dunia hanya bisa menunggu, sambil berharap bandara-bandara di kawasan itu aman dari ledakan dadakan berikutnya.

Disusun berdasarkan laporan-laporan media dan pernyataan resmi.

Editor: Lia Putri


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar