Sebagai catatan, PSAK 117 sendiri udah resmi berlaku sejak awal tahun 2025. Sebagian besar perusahaan disebut OJK sudah menjalani parallel run di triwulan ketiga tahun sebelumnya. Standar ini punya tujuan mulia: meningkatkan transparansi dan menyamakan cara pencatatan dengan standar internasional.
Tapi ya, penerapan yang kurang tepat bisa berakibat buruk. Mulai dari laporan keuangan yang ngaco, sanksi regulasi, sampai reputasi perusahaan yang anjlok.
Lalu, Apa Sebenarnya RBC Itu?
Kalau merujuk Peta Jalan OJK, RBC pada dasarnya adalah ukuran modal yang diperlukan perusahaan asuransi untuk memenuhi kewajibannya. Bahkan dalam skenario terburuk sekalipun. Ini penting banget buat melindungi nasabah pemegang polis dan menjaga industri tetap stabil.
Prosesnya melibatkan penilaian menyeluruh terhadap portofolio aset, kewajiban, dan risiko operasional perusahaan.
"Perusahaan asuransi harus menghitung jumlah modal yang sesuai dengan risiko yang dihadapi dan memastikan bahwa modal tersebut memenuhi persyaratan minimum yang ditetapkan oleh OJK,"
begitu tertulis dalam roadmap tersebut.
Standar minimal RBC yang ditetapkan OJK adalah 120%. Angka itu menunjukkan perusahaan punya aset bebas minimal 120% dari total risiko. Singkatnya, semakin tinggi rasio RBC-nya, semakin sehat pula kondisi keuangan perusahaan asuransi itu.
Artikel Terkait
BPK Ungkap Kendala Audit Kasus LNG Akibat Ketidakkooperatifan Perusahaan AS
PPPK di Birokrasi: Status Diakui, Jalur Karier Terhambat
Presiden Iran Janji Hentikan Serangan ke Tetangga, Tapi Drone Masih Jatuh di Dubai
Pemkot Surabaya Gandeng Kejati Jatim untuk Rebut Kembali Aset Ikonik Kolam Renang Brantas