"Empat orang yang meninggal, dua orang sopir, satu orang memang jualan, ibu-ibu yang berusia 60 tahun. Kemudian satu orang adalah pemulung, perempuan juga. Jadi sekali lagi tentunya Pemerintah DKI Jakarta sungguh berduka untuk ini," jelas Pramono dengan nada berat.
Yang menyayat hati, sang pedagang itu sebenarnya tak berjualan di area tumpukan sampah. Tapi longsoran itu begitu dahsyat, sampah meluncur jauh hingga ke jalur jalan dan mengubur siapa saja yang ada di dekatnya.
"Tidak secara langsung di tempat sampahnya, agak berjarak. Tetapi karena longsor atau sliding akhirnya terkena," tuturnya menerangkan nasib korban yang seolah tak terhindarkan.
Peristiwa ini kembali menyoroti betapa rapuhnya pengelolaan sampah skala besar. Bantargebang, gunungan yang terus tumbuh, sekali lagi menunjukkan sisi mengerikannya.
Artikel Terkait
Menteri Ara Soroti Peran Kunci Seskab Teddy dalam Proyek Rusun Meikarta
Polres Lingga Buka Layanan Titip Kendaraan Gratis untuk Pemudik
Gubernur DKI Dukung Aturan Batasi Medsos untuk Anak di Bawah 16 Tahun
BPK Ungkap Kendala Audit Kasus LNG Akibat Ketidakkooperatifan Perusahaan AS