Ledakan Emosi yang Berdarah
Emosi Andi rupanya tak terbendung. Dalam kemarahannya, ia merusak lemari kaca di kamar. Situasi kacau itu rupanya menjadi titik balik yang fatal.
“Dalam kondisi emosi dan panik, terduga pelaku kemudian mengambil sebilah golok dari dalam lemari,” tutur Indra Waspada.
Golok itu kemudian diayunkan ke arah suaminya. Andi tak berkutik. Ia ditemukan tewas di kamarnya, tak lama setelah insiden berdarah itu. Keesokan harinya, dengan segala beban di pundaknya, EA memutuskan untuk menghadap polisi.
Sekretaris RT setempat, Purwanto, adalah salah satu yang melihat langsung kondisi korban. Ia menggambarkan pemandangan yang mengerikan.
Kini, EA berada dalam tahanan. Penyidik masih mendalami kasus ini, mengumpulkan setiap kepingan cerita untuk menyusun kronologi yang utuh. Sementara itu, sebuah rumah di Kapling Pinang menyisakan keheningan dan tanda tanya besar tentang apa yang sesungguhnya terjadi di balik pintunya pada Kamis petang itu.
Artikel Terkait
BPK Ungkap Kendala Audit Kasus LNG Akibat Ketidakkooperatifan Perusahaan AS
PPPK di Birokrasi: Status Diakui, Jalur Karier Terhambat
Presiden Iran Janji Hentikan Serangan ke Tetangga, Tapi Drone Masih Jatuh di Dubai
Pemkot Surabaya Gandeng Kejati Jatim untuk Rebut Kembali Aset Ikonik Kolam Renang Brantas