Pelatih Timnas U-17 Soroti Dukungan Publik sebagai Faktor Krusial Jelang Dua Turnamen

- Senin, 09 Maret 2026 | 05:30 WIB
Pelatih Timnas U-17 Soroti Dukungan Publik sebagai Faktor Krusial Jelang Dua Turnamen

Jakarta – Persiapan Timnas Indonesia U-17 untuk dua turnamen besar tahun ini sudah dimulai. Pelatih Kurniawan Dwi Yulianto, atau yang akrab disapa KDY, secara khusus menyoroti satu hal: dukungan dari publik. Bagi KDY, hal itu bukan sekadar penyemangat biasa, melainkan faktor krusial bagi perkembangan pemain-pemain muda yang masih dalam tahap pembentukan.

Seleksi awal telah digelar di Yogyakarta International School Soccer akhir Februari lalu. Dari sana, terpilih 42 pemain yang akan menjalani pemusatan latihan. Mereka inilah yang nantinya diproyeksikan untuk mengarungi dua ajang bergengsi: ASEAN U-17 Boys' Championship pada April, dan yang lebih menantang lagi, AFC U-17 Asian Cup yang berlangsung mulai akhir April hingga pertengahan Mei 2026.

“Harapan saya kepada para pencinta sepak bola, khususnya pencinta Timnas Indonesia, tentunya kita semua sepakat bahwa kita menginginkan prestasi yang sangat tinggi untuk timnas,” ujar Kurniawan, Kamis (5/3/2026).

Ia pun tak sungkan untuk memohon dukungan secara langsung.

“Karena itu saya memohon doa dan dukungan dari para pencinta timnas untuk terus men-support anak-anak kita ini, adik-adik kita ini, yang akan berlaga di dua event yang ada di depan kita, yaitu AFF dan AFC. Semoga kita juga bisa lolos ke Piala Dunia,” tambahnya.

Permintaan itu punya alasan yang kuat. Menurut Kurniawan, pemain usia belia seperti ini sangat rentan secara psikologis. Tekanan di level internasional itu berat. Karena itulah, selain membangun kekuatan fisik dan taktik, tim pelatih juga fokus membangun mental. Kurniawan sendiri mengaku mencari pemain dengan mentalitas tangguh dan hasrat menang yang besar sejak proses seleksi.

Editor: Lia Putri


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar