"Di luar semua perbaikan itu," sambungnya, "Presiden juga sudah menugaskan Menteri PUPR. Targetnya, pada Oktober 2026 nanti, pembangunan ruas tol dari Sicincin menuju Bukittinggi harus sudah berjalan. Nilai proyeknya sekitar Rp 25,6 triliun."
Bagi Andre, ini adalah bukti nyata komitmen. "Jadi inilah komitmen pemerintah pusat. Bukan sekadar program 'Pulang Basamo', tapi infrastruktur pun dibangun secara serius di Sumatera Barat oleh pemerintahan Presiden Prabowo," tegasnya.
Di sisi lain, Andre tak menampik bahwa tantangan di Sumbar masih berat. Pertumbuhan ekonomi daerah itu terbilang rendah, hanya menyentuh angka 3 persen, sementara inflasi justru mencapai 6 persen. Situasi yang memang bisa memberatkan.
Tapi di tengah kondisi itu, ada secercah harapan. "Alhamdulillah, Sumatera Barat selama ini masih terbantu," tutur Andre. Menurutnya, peran para perantau Minang sangat krusial. "Mereka mengirimkan uang puluhan triliun setiap tahunnya sekitar 20 triliun ke kampung halaman. Itu yang banyak menyokong perekonomian di sana."
Jadi, upaya membangun kembali Sumbar ternyata berasal dari dua arah: komitmen anggaran besar dari pemerintah pusat, dan dukungan loyal yang tak pernah putus dari anak-anak rantau.
Artikel Terkait
Longsor Sampah di Bantargebang Tewaskan 4 Orang, Korban Tertimbun Diduga Masih Ada
PSSI Kecam Penganiayaan Wasit dan Jurnalis Usai Laga Malut United vs PSM
Polisi Ciawi Amankan Pikap Curian lewat Penyamaran Jadi Calon Pembeli
Dolar AS Menguat sebagai Safe Haven di Tengah Gejolak Minyak dan Bursa