DPR Soroti Anggaran Rp 18,9 Triliun untuk Pemulihan Infrastruktur Pasca-Bencana di Sumbar

- Minggu, 08 Maret 2026 | 14:55 WIB
DPR Soroti Anggaran Rp 18,9 Triliun untuk Pemulihan Infrastruktur Pasca-Bencana di Sumbar

"Di luar semua perbaikan itu," sambungnya, "Presiden juga sudah menugaskan Menteri PUPR. Targetnya, pada Oktober 2026 nanti, pembangunan ruas tol dari Sicincin menuju Bukittinggi harus sudah berjalan. Nilai proyeknya sekitar Rp 25,6 triliun."

Bagi Andre, ini adalah bukti nyata komitmen. "Jadi inilah komitmen pemerintah pusat. Bukan sekadar program 'Pulang Basamo', tapi infrastruktur pun dibangun secara serius di Sumatera Barat oleh pemerintahan Presiden Prabowo," tegasnya.

Di sisi lain, Andre tak menampik bahwa tantangan di Sumbar masih berat. Pertumbuhan ekonomi daerah itu terbilang rendah, hanya menyentuh angka 3 persen, sementara inflasi justru mencapai 6 persen. Situasi yang memang bisa memberatkan.

Tapi di tengah kondisi itu, ada secercah harapan. "Alhamdulillah, Sumatera Barat selama ini masih terbantu," tutur Andre. Menurutnya, peran para perantau Minang sangat krusial. "Mereka mengirimkan uang puluhan triliun setiap tahunnya sekitar 20 triliun ke kampung halaman. Itu yang banyak menyokong perekonomian di sana."

Jadi, upaya membangun kembali Sumbar ternyata berasal dari dua arah: komitmen anggaran besar dari pemerintah pusat, dan dukungan loyal yang tak pernah putus dari anak-anak rantau.

Editor: Hendra Wijaya


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar