Longsor Sampah di Bantargebang Tewaskan 4 Orang, Korban Tertimbun Diduga Masih Ada

- Senin, 09 Maret 2026 | 10:15 WIB
Longsor Sampah di Bantargebang Tewaskan 4 Orang, Korban Tertimbun Diduga Masih Ada

Gunungan sampah di TPST Bantargebang, Bekasi, tiba-tiba ambruk Minggu siang. Akibatnya, empat orang tewas seketika. Namun begitu, situasinya mungkin lebih buruk. Polisi memperkirakan masih ada korban lain yang tertimbun, total bisa mencapai sepuluh orang.

Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Kusumo, memberikan penjelasan di lokasi kejadian.

"Dari data sementara, perkiraan kita ada sekitar 10 korban. Lima di antaranya sopir truk sampah, lima lagi warga sekitar yang biasa memulung," ujarnya, Senin (9/3/2026).

Proses evakuasi sendiri masih berlangsung. Nyaris semua unsur terkait dikerahkan. Mulai dari TNI-Polri, BPBD dari Bekasi dan Jakarta, Basarnas, hingga relawan dan aparat setempat. Mereka berjibaku di antara bau menyengat dan tumpukan sampah yang masih labil.

Dari empat korban yang berhasil dievakuasi dan dinyatakan tewas, rinciannya mulai terungkap. Ada dua sopir truk, seorang pedagang kopi, dan seorang pemulung.

"Korban meninggal berinisial S (60) pedagang kopi, EW (26) pemulung, lalu DS (22) dan IS (40) yang keduanya sopir truk," jelas Kusumo.

Di tengah duka, ada sedikit kabar baik. Dua sopir truk lainnya, berinisial J dan R, berhasil selamat dari terjangan timbunan itu.

Menurut sejumlah saksi, bencana terjadi sekitar pukul dua siang. Seorang petugas keamanan yang baru saja meninggalkan warung kopi mendengar teriakan panik. Dia lantas menyaksikan sendiri gunungan itu runtuh, menutup jalan dan menghantam warung serta beberapa truk yang sedang parkir. Informasi pun langsung menyebar lewat grup percakapan, memicu upaya pertolongan segera.

Polisi yang dapat laporan langsung bergerak. Mereka menuju TKP untuk mengecek, mendata, dan membantu evakuasi. Sampai sekarang, pencarian masih terus dilakukan. Ekskavator dikerahkan untuk mengangkat puing-puing sampah yang begitu masif.

Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri dan Wakapolda Dekananto Eko Purwono juga turun langsung. Mereka meninjau proses evakuasi sambil memberi arahan agar tim gabungan fokus mencari korban yang masih tertimbun. Di sisi lain, kerugian materi masih dihitung. Penyebab pasti longsoran sampah ini pun masih diselidiki lebih lanjut oleh pihak berwajib.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar