JAKARTA - Upaya percepatan transisi energi di Indonesia terus bergulir. Kali ini, Batam menjadi sorotan. Pemerintah, bersama PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), gencar membangun jaringan gas (jargas) untuk rumah tangga di kota pulau tersebut. Program ini bukan cuma proyek biasa, melainkan sebuah pilot project nasional. Nantinya, skema serupa direncanakan akan diterapkan di berbagai kota lain di tanah air.
Strategi ini punya dua tujuan utama: mendorong penggunaan energi yang lebih bersih dan sekaligus mengurangi ketergantungan pada impor. Di sisi lain, langkah PGN ini sejalan dengan arahan dari Danantara, yang meminta fokus bisnis dialihkan ke sektor midstream dan downstream gas. Intinya, agar layanan gas bumi bisa menjangkau lebih banyak orang.
Chief Operating Officer Danantara Indonesia, Dony Oskaria, mengonfirmasi hal tersebut.
“Untuk PGN, kita akan mulai tahun ini melakukan pipanisasi sampai ke rumah-rumah. Kita coba dulu di satu kota (Batam) sambil kita review,” ujarnya di Jakarta.
Komitmen PGN dalam mendukung program pemerintah juga ditegaskan oleh Direktur Komersialnya, Aldiansyah Idham. Menurut Aldi, perusahaan bertekad menyediakan energi yang bersih, aman, dan tentu saja, terjangkau bagi masyarakat.
“Setelah implementasi di Batam berjalan dan dievaluasi, PGN akan melanjutkan pengembangan jargas di kota-kota lainnya dengan mempertimbangkan kesiapan suplai, infrastruktur, serta kebutuhan pasar,” jelasnya.
Lalu, bagaimana progresnya di lapangan? Hingga akhir 2025, tercatat sudah ada 8.829 pelanggan jargas rumah tangga di Batam. Angka itu rencananya akan melonjak signifikan. Pada 2026, PGN menargetkan tambahan 10.000 sambungan rumah baru. Perluasan jaringan akan menyentuh tiga kecamatan: Batu Aji, Sagulung, dan Batam Kota. Rencananya, pembangunan fisik akan dimulai Maret tahun depan dan dikerjakan setahap demi setahap.
Semua ini tentu butuh dana tidak sedikit. Pengembangan jargas ini merupakan bagian dari rencana belanja modal (capex) PGN tahun 2026 yang mencapai USD353 juta. Sekitar 62 persen dari anggaran tersebut dialokasikan khusus untuk memperkuat sektor midstream, downstream, dan proyek pendukung lainnya.
Harapannya jelas. Aldi menutup, “Kami berharap pengembangan jargas ini tidak hanya meningkatkan akses energi bersih, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat serta mendukung percepatan transisi energi nasional.”
Jadi, selain soal pasokan energi, ada dampak ekonomi yang juga dinanti. Proyek percontohan di Batam ini akan menjadi penentu, apakah replikasi ke daerah lain bisa berjalan mulus.
Artikel Terkait
BSSR Tetapkan Kurs Dividen Final Rp18.171 per Dolar AS, Total Bagikan Rp1,27 Triliun
Debitur Alihkan Jaminan Fidusia Tanpa Izin, PT MNC Guna Usaha Indonesia Tempuh Jalur Hukum
Telkom Resmi Terbitkan Laporan Keberlanjutan 2025, Perkuat Integrasi ESG dan Transisi Rendah Karbon
OJK: Mayoritas Indikator Aksesibilitas Pasar Modal Indonesia Kokoh, Dua Kriteria Masih Perlu Perbaikan