Ledakan keras mengguncang kawasan Raouche di Beirut tengah, Minggu pagi. Sebuah hotel tepi laut menjadi sasaran. Serangan udara itu, menurut keterangan Kementerian Kesehatan Lebanon, menewaskan empat orang dan melukai sepuluh lainnya.
Ruang di lantai empat hotel itu hancur. Kaca-kaca jendela berhamburan, dindingnya menghitam. Begitu laporan seorang fotografer yang berada di lokasi. Pasukan keamanan dengan cepat mengamankan area tersebut, sementara puluhan tamu hotel berlarian keluar dengan wajah panik, membawa apa saja yang sempat mereka raih.
“Kami mendengar suaranya sangat keras, lalu sirene ambulans berdatangan,” ujar seorang saksi mata.
Militer Israel tak lama kemudian mengeluarkan pernyataan. Mereka mengklaim bertanggung jawab atas serangan di ibu kota Lebanon itu. Sasaran mereka, kata militer Israel, adalah seorang “komandan kunci” dari Pasukan Quds Lebanon sayap operasi luar negeri Garda Revolusi Iran yang aktif di Beirut.
Pernyataan itu menuduh sang komandan, yang namanya tidak disebutkan, tengah merencanakan aksi teror terhadap Israel dan warganya. “Israel akan terus melenyapkan para komandan rezim teror Iran di mana pun mereka beroperasi,” bunyi pernyataan tertulis tersebut, tanpa merinci lokasi pasti serangan.
Artikel Terkait
Bazar Prime Ramadan Jakarta 2026 Digelar di Balai Kota, Dukung UMKM dan Santuni Anak Yatim
Banjir Dua Meter Rendam Pela Mampang, Brimob Evakuasi Warga
Gempa Magnitudo 5,6 Guncang Perairan dekat Sinabang, Tidak Berpotensi Tsunami
Anak Temukan Jasad Ibu Tinggal Tulang Belulang Saat Bersihkan Rumah di Depok