Andre kemudian membeberkan sebuah fakta yang menurutnya menjadi penyelamat. Kontribusi para perantau Minang, kata dia, sangat vital bagi perekonomian daerah asalnya.
"Alhamdulillah, inilah yang selama ini membantu ekonomi Sumatera Barat. Perantau Minang itu mengirimkan anggaran sekitar 20 triliun setiap tahun ke kampung halaman. Uang mereka inilah yang mendongkrak pertumbuhan."
"Kalau tidak ada kiriman dari perantau, mungkin pertumbuhan ekonomi Sumbar hanya 2%-an, tidak sampai 3,3%. Jauh di bawah rata-rata nasional," tegas Andre.
Dia juga menyinggung soal komitmen politik di balik program tahunan ini. Andre menyebut ini merupakan perwujudan instruksi dari pimpinan partainya.
"Ini bagian dari komitmen Presiden Prabowo. Beliau menginstruksikan kami, seluruh kadernya, untuk bekerja keras membantu masyarakat. Ini komitmen agar acara seperti ini terus kita lakukan setiap tahun," ucapnya.
Untuk tahun 2026 ini, 'Pulang Basamo' dijalankan dalam dua gelombang. Gelombang pertama, yang diberangkatkan hari ini, didominasi oleh kalangan mahasiswa. Sedangkan gelombang kedua rencananya berangkat pada 15 Maret mendatang dengan 150 bus, yang penumpangnya sebagian besar adalah para pekerja.
Secara total, Andre menyebut ada sekitar 12 ribu pemudik yang akan terbantu oleh program ini.
Artikel Terkait
Polri Gandeng Himbara Buka Akses KUR untuk Petani Putus Rantai Tengkulak
Pohon Raksasa Tumbang di Jagakarsa, Satu Pengendara Motor Tewas
DPR Soroti Anggaran Rp 18,9 Triliun untuk Pemulihan Infrastruktur Pasca-Bencana di Sumbar
Banjir Rendam Kemang, Ratusan Kendaraan Terpaksa Putar Balik