Jakarta perlahan mulai mendapat gambaran tentang masa depan wearable dari Samsung. Raksasa teknologi asal Korea Selatan itu sedang menggarap kacamata pintar bernama Galaxy Glasses, dan sejumlah bocoran detailnya mulai terkuak. Intinya, ini adalah langkah besar Samsung dalam ekspansi perangkat berbasis AI yang bisa dikenakan.
Menurut laporan dari GSM Arena, kacamata ini dirancang untuk jadi bagian dari ekosistem generasi baru. Konsepnya cukup menarik: Galaxy Glasses nantinya akan bekerja berpasangan dengan smartphone Galaxy. Kameranya menangkap apa yang dilihat mata kita, lalu data itu dikirim ke ponsel untuk diolah. Hasil pemrosesan berupa informasi atau respons baru dikirim balik ke lensa kacamata.
Dengan begitu, smartphone bertindak sebagai otaknya. Sementara kacamata berperan sebagai mata, telinga, dan layar bagi pengguna. Pendekatan ini dinilai lebih efisien, karena beban komputasi berat tidak perlu dibebankan pada perangkat yang dikenakan di kepala.
Namun begitu, Samsung tidak mengerjakan proyek ambisius ini sendirian. Mereka disebut-sebut menggandeng dua nama besar: Google dan Qualcomm. Kolaborasi segitiga ini bertujuan menciptakan pengalaman komputasi yang benar-benar berbeda, memadukan AI dengan realitas yang diperluas (XR).
Teknologi intinya kemungkinan adalah AI multimodal. Maksudnya, perangkat bisa memahami berbagai input sekaligus suara, gambar, dan konteks sekeliling untuk memberikan respons yang lebih natural. Bayangkan saja, Anda melihat sebuah gedung, dan informasi tentang sejarahnya langsung muncul. Atau bertanya arah sambil berjalan, dan petunjuk navigasi diproyeksikan di depan mata.
Artikel Terkait
Gubernur DKI Buka Festival Bedug, 16 Grup Finalis Ramaikan Takbiran di Bundaran HI
Menkeu Tahan Insentif Baru Kendaraan Listrik, Pertimbangkan Dampak Defisit Anggaran
Planetarium Jakarta Siapkan Tayangan Tematik dan Sistem Tiket Baru Jelang Lebaran
BTS Rencanakan Konser di JIS Akhir 2026, Tunggu Keputusan Final April