Wakil Presiden Amerika Serikat, JD Vance, ternyata masih ada di Washington. Padahal, dia seharusnya sudah memimpin delegasi AS untuk perundingan damai dengan Iran di Pakistan. Kabar ini datang langsung dari pihak Gedung Putih, Selasa siang waktu setempat.
Menurut seorang pejabat yang dikutip AFP, Vance masih terlibat dalam serangkaian pertemuan internal. "Pertemuan kebijakan tambahan sedang berlangsung di Gedung Putih di mana wakil presiden akan berpartisipasi," begitu bunyi pernyataan singkat yang dikirimkan sekitar pukul lima sore GMT.
Soal apa sebenarnya yang dibahas dalam pertemuan itu, pejabat tersebut enggan merinci. Yang jelas, ini bikin jadwal keberangkatan Vance jadi agak kacau. Ada informasi simpang siur tentang kapan tepatnya dia akan terbang.
Laporan terbaru menyebut, rencananya dia akan berangkat Selasa pagi. Tapi itu tampaknya molor. Padahal, perundingan penting dengan Iran sudah di depan mata.
Di sisi lain, situasi dari Pakistan juga nggak kalah rumit. Mediator dari Islamabad mengaku belum dapat kabar pasti dari Iran. Attaullah Tarar, Menteri Informasi setempat, bilang mereka masih menunggu jawaban resmi Teheran soal keikutsertaan dalam putaran kedua pembicaraan ini.
"Tanggapan resmi dari pihak Iran tentang konfirmasi delegasi untuk menghadiri Perundingan Perdamaian Islamabad masih ditunggu," tulis Tarar di akun X-nya, Selasa lalu.
Nah, ini yang bikin genting. Tarar menekankan, keputusan Iran bakal sangat menentukan. Apalagi, waktu gencatan senjata yang disepakati sebelumnya tinggal hitungan jam lagi akan berakhir. Dua pekan masa tenang itu hampir habis, dan semua mata kini tertuju pada langkah berikutnya dari Iran.
Artikel Terkait
Jasa Raharja Dorong Kemandirian Perempuan Korban Kecelakaan Lewat Program Pemberdayaan
Gibran Beri Voucher Belanja ke 100 Janda Papua di Hari Kartini
PM Pakistan Ucapkan Terima Kasih kepada Trump atas Perpanjangan Gencatan Senjata dengan Iran
Aksi May Day 2026 di Monas, Prabowo Dijadwalkan Hadir