Seorang ahli militer yang dimintai tinjauan oleh AFP atas rekaman serangan Kamis malam, misalnya, sudah mengidentifikasi proyektil yang jatuh sebagai bagian dari bom tandan. Polisi Israel sendiri memilih tidak berkomentar soal rekaman itu. Tapi, sehari sebelumnya, Rabu, mereka sudah mengisyaratkan temuan serupa.
Setelah rudal dari Iran terdeteksi, tim penjinak bom dikerahkan. Menurut pengakuan kepolisian, para ahli itu menemukan bukti adanya amunisi tandan di lokasi. Bahkan, polisi sempat menerbitkan pengumuman layanan publik yang menampilkan seorang teknisi mereka menjelaskan betapa berbahayanya senjata semacam itu.
Namun begitu, ada fakta menarik yang kerap terlupakan. Baik Iran maupun Israel sebenarnya bukan bagian dari lebih dari seratus negara penandatangan Konvensi Amunisi Tandan 2008. Konvensi itulah yang secara tegas melarang penggunaan, produksi, hingga penyimpanan bom tandan.
Artikel Terkait
Ribuan Pemuda Jerman Turun ke Jerman Tolak Wacana Wajib Militer
DPR Optimistis Ibadah Haji 2026 Tak Terganggu Meski Konflik Timur Tengah Membara
DPR Dukung PP Tunas: Batasan Media Sosial untuk Anak di Bawah 16 Tahun
AS Kerahkan Pengebom B-1 Lancer ke Inggris, Siaga Ancaman Rudal Iran