Gus Ipul Turun Langsung Pastikan Bansos untuk 33 Juta Jiwa Tepat Sasaran

- Senin, 29 Desember 2025 | 15:48 WIB
Gus Ipul Turun Langsung Pastikan Bansos untuk 33 Juta Jiwa Tepat Sasaran

Senin lalu (29/12/2025), suasana Kantor Pos Kebonrejo di Surabaya tampak berbeda. Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, hadir di sana. Ia datang untuk mengecek langsung proses penyaluran tahap akhir Bantuan Langsung Tunai Sementara (BLTS).

Ditemani oleh Plt. Direktur Utama PT Pos Indonesia, Haris, Gus Ipul ingin memastikan satu hal: bantuan itu benar-benar sampai ke tangan orang yang paling memerlukan. Menurutnya, ini kunci dari program bansos.

"Bantuan reguler kita biasanya menyentuh sekitar 18 juta keluarga penerima manfaat," jelas Gus Ipul.

"Namun untuk BLTS ini, jumlahnya kita naikkan jadi 35 juta. Makanya, verifikasi data harus dilakukan dengan cepat dan akurat."

Ia pun merinci angkanya. Dari total 35 juta lebih calon penerima, sekitar 33,2 juta dinyatakan lolos verifikasi dan berhak mendapat bansos. Penyalurannya, sekitar 29 juta lebih dilakukan lewat jaringan bank Himbara. Sisanya, ditangani langsung oleh PT Pos Indonesia.

Nah, agar tidak melenceng sasaran, Kemensos sendiri terus berkoordinasi. Kerja sama dengan BPS dan pihak terkait lainnya ditingkatkan. Di sisi lain, Gus Ipul juga mengajak masyarakat untuk ikut mengawasi.

"Partisipasi warga sangat kita butuhkan," ajaknya. Jika melihat ada ketidaksesuaian dalam penyaluran, masyarakat bisa melapor melalui beberapa kanal. Misalnya lewat aplikasi Cek Bansos atau menghubungi Command Center Kemensos di nomor (021) 171.

Kunjungan itu tidak hanya berisi rapat dan peninjauan. Gus Ipul dan Haris menyempatkan diri berbincang dengan beberapa warga yang sedang menerima bansos. Salah satunya adalah Iskandar, seorang pensiunan berusia 72 tahun.

Dengan wajah bersyukur, Iskandar bercerita. BLTS itu sangat membantunya memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama untuk makan.

"Alhamdulillah ya. Saya cuma berharap bantuan ini terus berlanjut dan tepat sasaran. Khususnya untuk kami-kami yang sudah lansia, di atas 65 tahun," ujar Iskandar.

Percakapan seperti inilah yang rupanya dicari Gus Ipul. Ia mengaku lega melihat penerima di lokasi sesuai dengan profil yang ditargetkan.

"Saya sengaja datang untuk melihat langsung profil penerimanya. Tadi ketemu seorang ibu berusia 80 tahun, ada juga yang 75 tahun. Bapak tadi, Iskandar, adalah mantan kuli panggul di Tanjung Perak," tuturnya, menggambarkan suasana.

Sementara dari sisi penyelenggara, Haris menegaskan komitmen PT Pos. Mereka akan berusaha maksimal menyalurkan bantuan ini dengan baik. Salah satu langkah konkretnya adalah memperpanjang jam layanan hingga akhir tahun.

Mengingat banyak penerima yang sudah sepuh, PT Pos juga punya kebijakan khusus. Jika ada laporan dari pendamping atau keluarga bahwa penerima berhalangan karena sakit, usia, atau alasan kuat lain petugas akan mendatangi rumahnya. Jadi, bantuan tetap bisa diambil meski mereka tidak bisa datang ke kantor pos.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar