Pernyataan ini sekaligus mengonfirmasi keterangan Menteri Luar Negeri Sugiono sebelumnya, bahwa koordinasi lanjutan soal Dewan Perdamaian itu memang dihentikan sementara. Situasinya dinamis, dan Jakarta memilih untuk lebih waspada.
Namun begitu, penangguhan ini bukan berarti Indonesia menarik diri dari peran globalnya. Kemlu menegaskan, setiap keputusan partisipasi dalam forum internasional tetap akan berdasar pada politik luar negeri bebas-aktif. Kepentingan nasional, tentu saja, jadi pertimbangan utama.
Di sisi lain, komitmen Indonesia pada isu kemanusiaan dan dukungan bagi perjuangan rakyat Palestina tidak berubah. Pemerintah menyatakan akan tetap berupaya memainkan peran konstruktif di berbagai forum, mendorong terciptanya perdamaian yang adil dan berkelanjutan di sana.
Jadi, untuk sementara, pembicaraan tentang BoP memang disimpan dulu. Yang lebih mendesak adalah memantau perkembangan di tanah yang sedang bergejolak dan melindungi warga negara sendiri. Itulah langkah nyata yang diambil Jakarta di tengah situasi yang makin rumit ini.
Editor: Redaktur TVRINews
Artikel Terkait
Teknologi Laser Diklaim Bantu Atasi Penggumpalan Darah dan Cegah Komplikasi
BNN dan Bea Cukai Bongkar Lab Mephedrone di Vila Mewah Bali, Dua WN Rusia Diamankan
Seluruh Warga Desa Wunut Klaten Terima THR Rp250 Ribu per Orang dari Hasil BUMDes
Gubernur DKI Larang Pejabat Gunakan Mobil Dinas untuk Mudik Lebaran