Bupati Pekalongan Fadia Arafiq punya alasan yang cukup mengejutkan. Saat diperiksa KPK terkait kasus korupsi, ia mengaku tak paham aturan birokrasi. Latar belakangnya sebagai musisi dangdut, katanya, yang membuatnya kurang mengerti soal tata kelola pemerintahan. Pernyataan ini langsung mendapat sorotan.
Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia, angkat bicara. Menurutnya, pengakuan semacam itu justru berbahaya.
"Saran saya lebih baik Saudara Fadia fokus mengikuti proses hukum yang sedang dilakukan KPK. Tidak usah memberi banyak komentar dulu," kata Doli kepada awak media, Jumat lalu.
Dia merasa pernyataan Fadia bisa berdampak buruk. Alih-alih membela diri, pengakuan tidak paham pemerintahan itu malah bisa memancing rasa tidak simpati publik. "Itu pernyataan kontraproduktif," ujarnya.
"Jadi menurut saya 'No excuse'. Kalau memang merasa tidak bersalah, jalani dan buktikan saja secara hukum," sambung Doli. Ia menegaskan, semua bukti dan fakta harus disampaikan dengan jernih di jalur hukum, mulai dari penyidikan hingga pengadilan nanti.
Artikel Terkait
Sinar Mas Wakafkan 2.000 Mushaf Alquran ke Dewan Masjid Indonesia
Polisi Ungkap Modus Baru Penipuan via Stiker QR Code di Jaksel
Harga Emas Menguat Didorong Pelemahan Dolar AS Usai Laporan Ketenagakerjaan Buruk
Presiden Prabowo Perintahkan Menteri PU Tuntaskan Kerugian Negara Rp1 Triliun