Di sisi lain, Doli menyebut partainya tak tinggal diam. Golkar akan terus menggencarkan pembekalan untuk kadernya yang menduduki jabatan publik, terutama kepala daerah. Program itu rencananya bahkan akan digelar lagi usai Lebaran nanti.
Sebelumnya, KPK telah menjadikan Fadia sebagai tersangka. Dia diduga ikut campur dalam proyek pengadaan di Pemkab Pekalongan. Yang menarik, pengakuan Fadia soal latar belakangnya itu justru diungkap sendiri oleh pihak KPK.
Deputi Penindakan KPK, Asep Guntur Rahayu, menjelaskan, "FAR menerangkan bahwa dirinya berlatar belakang sebagai musisi, dia bukan seorang birokrat. Dengan demikian saudari FAR tidak memahami hukum dan tata kelola pemerintahan daerah."
Tak cuma itu. Fadia juga berdalih bahwa urusan teknis birokrasi sepenuhnya ia serahkan kepada Sekretaris Daerah. Sementara dirinya, lebih fokus pada fungsi-fungsi seremonial di kabupaten tersebut.
Nah, sekarang bola ada di pengadilan. Proses hukum akan menentukan segalanya. Sementara publik menunggu, yang jelas pernyataan-pernyataan di luar ruang pengadilan bisa jadi pisau bermata dua.
Artikel Terkait
Sinar Mas Wakafkan 2.000 Mushaf Alquran ke Dewan Masjid Indonesia
Polisi Ungkap Modus Baru Penipuan via Stiker QR Code di Jaksel
Harga Emas Menguat Didorong Pelemahan Dolar AS Usai Laporan Ketenagakerjaan Buruk
Presiden Prabowo Perintahkan Menteri PU Tuntaskan Kerugian Negara Rp1 Triliun