Serangan Udara Meluas di Timur Tengah, Fasilitas Kesehatan dan Hotel Jadi Sasaran

- Jumat, 06 Maret 2026 | 14:15 WIB
Serangan Udara Meluas di Timur Tengah, Fasilitas Kesehatan dan Hotel Jadi Sasaran

Asap masih mengepul di Manama. Pemerintah Bahrain baru saja mengumumkan, dua hotel dan sebuah bangunan tempat tinggal di ibu kotanya menjadi sasaran serangan udara. Menurut keterangan resmi di media sosial, serangan ini yang dikaitkan dengan Iran hanya menimbulkan kerugian finansial. Untungnya, tak ada korban jiwa yang berjatuhan.

Ini terjadi tak lama setelah pangkalan Angkatan Laut AS di wilayah yang sama juga diserang. Iran sendiri belum berkomentar, meski beberapa jam sebelumnya mereka mengklaim telah memulai gelombang baru serangan rudal dan drone, termasuk menggunakan rudal Khyber.

Di sisi lain, tetangga Bahrain juga tak kalah sibuk. Arab Saudi dan Qatar mengklaim berhasil mencegat sejumlah serangan di wilayah udara mereka. Kementerian Pertahanan Qatar bahkan menyebut angkatan udaranya berhasil menggagalkan serangan drone yang menargetkan Pangkalan Udara Adid pangkalan militer AS terbesar di Timur Tengah itu. Sebelumnya, peringatan darurat dikirim ke ponsel warga Qatar, meminta mereka menjauhi jendela dan area terbuka.

Sementara ketegangan militer memanas, dari Washington muncul suara lama. Mantan Presiden Donald Trump menyatakan dirinya harus punya peran langsung dalam memilih pemimpin baru Iran. Melalui BBC Persia, dia kembali menyeru tentara Iran untuk meletakkan senjata dan menyarankan para diplomatnya mencari perlindungan di negara tempat mereka bertugas.

Di Iran sendiri, situasinya sungguh suram. Serangan udara dilaporkan terus berlanjut, menyasar pusat-pusat militer dan pemerintah. Sebuah stadion di kompleks olahraga Azadi juga jadi sasaran. Yang lebih memilukan, organisasi kesehatan dunia (WHO) mengonfirmasi setidaknya 13 fasilitas kesehatan di Iran hancur akibat serangan.

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, dengan tegas menyatakan,

Dia tidak merinci lebih jauh siapa yang bertanggung jawab. Tapi foto-foto dari Rumah Sakit Gandhi Teheran menunjukkan kerusakan parah, memaksa evakuasi semua pasien.

Kepanikan juga terasa di kedutaan AS di Kuwait. Menurut laporan CBS News, Washington memerintahkan evakuasi penuh. Staf diperintahkan menghancurkan dokumen dan menghapus data rahasia dari Kamis malam hingga Jumat. Perintah ini keluar setelah militer Kuwait mengaku mencegat rudal yang masuk wilayah udaranya. Pecahannya jatuh, merusak sebuah mobil, tapi sekali lagi tidak ada korban luka.

Lalu, ada kabar mengejutkan dari Samudra Hindia. Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengklaim kapal selamnya menenggelamkan sebuah kapal perang Iran. “Kapal itu merasa aman di perairan internasional, tapi justru dihantam torpedo,” ujarnya. Hegseth enggan menyebut nama kapal, namun sebelumnya Angkatan Laut Sri Lanka melaporkan kapal IRIS Dena tenggelam di lokasi yang sama. Sekitar 140 orang dinyatakan hilang.

Editor: Lia Putri


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar