tvOnenews.com – Viking Persib Club, kelompok suporter Persib Bandung, memutuskan untuk mengambil langkah tegas. Mereka akan menjaga jarak dari suporter Persebaya Surabaya, Bonek. Tak cuma itu, slogan “Viking Bonek Satu Hati” yang selama ini dikenal pun akan diistirahatkan untuk sementara waktu.
Keputusan ini muncul setelah rentetan insiden di Surabaya, yang menurut mereka, telah merusak semangat persaudaraan.
Sikap resmi ini disampaikan Viking menyusul kejadian di Stadion Gelora Bung Tomo, Senin (2/3/2026). Laga yang berakhir imbang 2-2 itu ternoda oleh sejumlah peristiwa di luar lapangan. Menurut pernyataan mereka, kedatangan perwakilan Viking ke Surabaya sebenarnya punya niat baik. Mereka datang membawa amanat dari para pendahulu, khususnya almarhum Ayi Beutik, untuk menjaga tali silaturahmi antara Bandung dan Surabaya.
"Kehadiran perwakilan Viking Persib Club di Surabaya merupakan bentuk amanat dan pesan moral dari para pendahulu kami. Beliau berpesan agar persaudaraan antara Bandung dan Surabaya tetap dijaga. Niat kedatangan kami adalah untuk mempererat silaturahmi dan menjaga hubungan baik antarsuporter, bukan untuk menciptakan konflik,"
Namun begitu, situasi tak berjalan mulus. Viking menyebut terjadi insiden yang melibatkan oknum suporter. Akibatnya, beberapa anggota mereka mengalami luka-luka dan menderita kerugian materi. Bahkan, hotel tempat mereka menginap pun dikatakan menjadi sasaran provokasi dan penyerangan.
Hal itulah yang kemudian dianggap telah mencederai hubungan yang selama ini coba dibangun.
"Kami sangat menyayangkan adanya pihak-pihak yang tidak menghendaki terjaganya hubungan baik tersebut. Tindakan tersebut mencederai semangat persaudaraan yang selama ini berusaha kami rawat,"
Di sisi lain, Viking mengklaim selama ini kerap menerima provokasi. Tapi mereka memilih untuk tidak membalas. Itu semua dilakukan demi menghormati pesan pendahulu dan menjaga situasi agar tetap kondusif.
Tapi tampaknya ada batasnya. Setelah mempertimbangkan matang-matang berbagai kejadian belakangan, keputusan untuk menjaga jarak akhirnya diambil. Langkah ini menandai babak baru dalam hubungan kedua kelompok suporter yang dulu sering disebut bersaudara ini.
Artikel Terkait
Rano Karno: Proses Hukum Mantan Kadis LH Terkait Longsor Bantargebang Konsekuensi yang Wajar
Kementan Perkuat Peran BUMN untuk Akselerasi Swasembada Gula
Ancol Tawarkan Diskon 87% Tiket Wahana Khusus Perempuan pada 26 April 2026
Kapolres Banyuasin Sambang Kamtibmas dan Salurkan Bansos di Air Kumbang