MURIANETWORK.COM - PSM Makassar akhirnya menutup bursa transfer dengan mengamankan dua pemain asing terakhir mereka, Sheriddin Boboev dan Dusan Lagator, tepat sebelum tenggat pendaftaran I-League berakhir pada Jumat, 6 Februari 2026. Kedatangan mereka melengkapi kuota maksimal sebelas pemain asing di skuad, sekaligus menandai berakhirnya masa sanksi transfer FIFA yang sempat membelenggu klub. Rekrutan ini diharapkan menjadi solusi atas krisis performa tim yang terlihat dari catatan tujuh laga terakhir tanpa kemenangan.
Kedatangan yang Menutup Bursa
Suasana tegang menjelang penutupan bursa transfer akhirnya berakhir dengan kepastian. PSM Makassar berhasil menyelesaikan proses administrasi untuk mendaftarkan dua pemain kunci: penyerang Sheriddin Boboev dari Tajikistan dan gelandang bertahan Dusan Lagator asal Montenegro. Dengan demikian, kuota pemain asing untuk Pasukan Ramang telah terpenuhi secara penuh, menutup segala spekulasi dan negosiasi yang berlarut-larut.
Kedatangan Dusan Lagator, khususnya, langsung mengubah peta nilai skuad. Pemain berusia 27 tahun itu kini tercatat sebagai aset termahal di tim dengan valuasi mencapai Rp 7,82 miliar, mendorong total nilai pasar kesebelasan mendekati angka simbolis Rp 100 miliar. Ini bukan sekadar tambahan statistik, melainkan sebuah pernyataan ambisi di tengah musim yang penuh tantangan.
Mengisi Celah di Lapangan Hijau
Rekrutmen ini jelas bukan tanpa alasan teknis. Pelatih Tomas Trucha telah berulang kali menyoroti ketimpangan dalam timnya, terutama di sektor pertahanan yang mudah bobol dan lini serang yang kurang tajam. Kepergian Lucas Dias terasa dampaknya, membuat serangan PSM seringkali mandek di kotak penalti lawan.
Dalam konteks itulah, profil kedua pemain baru ini menjadi sangat relevan. Trucha membutuhkan seorang gelandang bertahan berkaki kanan yang fleksibel, sebuah deskripsi yang cocok dengan karakter permainan Lagator. Sementara Boboev hadir sebagai opsi serbaguna di lini depan, yang diharapkan bisa mengakhiri kebuntuan gol.
“Tomas Trucha membutuhkan keseimbangan kata yang berulang kali ia ucapkan dalam beberapa pekan terakhir,” tulis laporan dari dalam klub, menggambarkan urgensi perekrutan ini.
Profil dan Harapan di Pundak Baru
Sheriddin Boboev bukanlah nama asing di kancah sepak bola Asia. Penyerang berusia 26 tahun yang membawa pengalaman membela timnas Tajikistan sejak 2017 itu dikenal sebagai striker yang aktif bergerak, bukan sekadar target man statis. Perjalanan kariernya yang melintasi beberapa liga Asia diharapkan dapat membawa kedewasaan bermain ke dalam skuad.
Di sisi lain, kedatangan Dusan Lagator berlangsung lebih sunyi, hampir tanpa pemberitaan visual sebelumnya. Namun, ketenangan itu kontras dengan beban tugas yang menunggunya. Sebagai pemain dengan nilai pasar tertinggi, ia langsung dituntut untuk menjadi jangkar stabilitas di lini tengah dan pertahanan PSM yang kerap goyah.
Lepas dari Bayang-Bayang Sanksi
Kedatangan mereka berdua menjadi mungkin setelah PSM secara resmi dibebaskan dari sanksi transfer FIFA pada awal pekan lalu. Kabar baik ini menghapus kekhawatiran akan larangan merekrut pemain baru untuk tiga periode bursa ke depan, yang sempat muncul akibat persoalan tunggakan gaji masa lalu.
Bebasnya klub dari sanksi tersebut seperti angin segar, meskipun tantangan di lapangan tetap menggunung. Cedera sejumlah pemain kunci dan jadwal berat yang menanti membuat tugas Trucha dan anak asuhnya tidaklah mudah. Hasil imbang tanpa gol melawan Semen Padang dalam laga terakhir menjadi pengingat nyata betapa PSM masih kesulitan mengubah dominasi menjadi kemenangan.
Komposisi Final dan Tantangan ke Depan
Dengan kuota yang kini telah penuh, komposisi pemain asing PSM untuk sisa musim ini sudah final. Kesebelas nama Savio Roberto, Alex Tanque, Jacques Medina, Gledson Paixao, Aloisio Soares, Victor Luiz, Yuran Fernandes, Daisuke Sakai, Luka Cumic, Dusan Lagator, dan Sheriddin Boboev tidak akan lagi bertambah.
Ini berarti segala rencana dan strategi harus dibangun dari material yang sudah ada. Nama-nama yang sempat beredar di radar perekrutan, seperti Todor Todoroski, secara otomatis gugur.
Bursa transfer mungkin telah ditutup, namun pertarungan sesungguhnya baru dimulai. Nilai pasar yang mendekati Rp 100 miliar dan kuota pemain asing yang lengkap harus segera diterjemahkan menjadi poin-poin di klasemen. Di Makassar, di mana sepak bola menyentuh rasa harga diri, kesabasan para pendukung sedang diuji. Sheriddin Boboev dan Dusan Lagator bukan sekadar dua nama terakhir di daftar pemain; mereka adalah representasi dari upaya terakhir PSM untuk mengubah arah musim sebelum semuanya terlambat.
Artikel Terkait
Timnas Futsal Indonesia Ungguli Iran 4-3 di Babak Pertama Final Piala Asia
Timnas Futsal Indonesia Ungguli Iran 3-2 di Babak Pertama Final Piala Asia
Borneo FC dan Persik Kediri Raih Kemenangan Penting di Pekan Ke-20 Super League
Leo/Rian Takluk, Kedudukan Indonesia-Jepang Sama Kuat di Semifinal BATC