SURABAYA Menjelang Lebaran 2026, geliat arus logistik nasional dipastikan akan meningkat. Khususnya di Jawa Timur dan Jawa Tengah, aktivitas peti kemas diprediksi bakal melonjak tajam. Tak heran, para pelaku usaha dan pemangku kepentingan sudah mulai menyiapkan langkah-langkah antisipasi agar distribusi barang tetap lancar.
Sebastian Wibisono, Ketua ALFI Jawa Timur, membenarkan hal itu. Lonjakan arus logistik saat hari raya, katanya, adalah sesuatu yang tak terelakkan.
"Kebetulan saat Nataru, Imlek, dan Idulfitri waktunya bersamaan, sehingga "load"-nya memang tinggi. Saat Imlek, banyak impor turun ke sini, lalu didistribusikan ke wilayah, seperti Kalimantan Barat dan Kalimantan Selatan," ujar Wibi, Kamis (5/3/2026).
Volume logistik di Surabaya yang jadi gerbang utama ke Indonesia Timur bisa meroket hingga 80%. Baru setelah April nanti, aktivitas di Pelabuhan Tanjung Perak diperkirakan kembali normal. Tahun lalu saja, lonjakan di Surabaya sempat mencapai 103%. Tapi rupanya, hal itu bisa diatasi dengan memindahkan kontainer ke "storage" domestik atau depo yang buka 24 jam.
Strateginya? Pengalihan lokasi. Gudang yang biasa dipakai untuk ekspor akan dialihfungsikan sementara untuk menampung barang impor. "Setiap tahun selalu ada migrasi antarterminal, terutama untuk kontainer ekspor-impor. Di sini ada 2 terminal utama, Terminal Teluk Lamong dan Terminal Petikemas Surabaya," jelas Wibi.
Kebijakan ini tentu saja sudah dikoordinasikan dan mendapat izin dari Bea Cukai. Tujuannya satu: kelancaran.
Di sisi lain, Jawa Tengah juga mengalami hal serupa. Malah, lonjakannya lebih curam. Menurut Teguh Arif Handoko dari ALFI Jateng-DIY, volume kargo menjelang Lebaran 2026 sudah naik sekitar 130%.
Di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, rotasi kontainer yang biasanya 2.800 unit per hari, kini menyentuh 3.000 unit. Tapi, menurut Teguh, lonjakan ini bukan cuma karena Lebaran. Ada faktor lain yang berperan.
"Tahun 2023 sekitar 700.000 TEUs, 2024 naik 800.000 TEUs, dan 2025 sudah tembus 1 juta TEUs. Ini signifikan," paparnya.
Artikel Terkait
Britney Spears Ditangkap dengan Tuduhan Mengemudi di Bawah Pengaruh Alkohol dan Obat
Serangan Militer Tewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Konflik Teluk Picu Krisis Global
Survei: Mayoritas Publik AS Nilai Trump Semakin Tidak Stabil di Tengah Ketegangan dengan Iran
Harga Emas Antam Turun Rp 25.000 per Gram, Buyback Ikut Merosot