Maksudnya, keanggotaan itu tidak bersifat permanen. Indonesia punya sikap. Jika ada hal yang tidak sesuai dengan kesepakatan awal, negara siap untuk mundur. Kapan? Itu belum dibahas lebih detail.
Nah, dari pertemuan panjang itu, Prabowo ternyata punya harapan khusus. Ia ingin para tokoh yang hadir para kiai, pimpinan ormas menyebarluaskan inti pembicaraan tadi. Gus Miftah menangkap pesan itu.
Suara senada datang dari Kiai Kafa, pimpinan Ponpes Lirboyo. Ia menegaskan bahwa dalam pertemuan itu, komitmen Indonesia untuk turut menciptakan perdamaian dunia kembali ditegaskan. Situasi global yang panas jadi bahan diskusi serius.
Jadi, selain soal ekonomi dan sosial dalam negeri, pertemuan malam Kamis (5/3/2026) itu lebih banyak diwarnai oleh kegelisahan yang sama: bagaimana Indonesia bersikap di tengah dunia yang sedang tidak baik-baik saja.
Artikel Terkait
Gunung Semeru Erupsi, Status Siaga Dipertahankan
Wali Kota Apresiasi Polda Riau Atasi Sampah Pekanbaru dengan Teknologi WTE Tanpa Beban APBD
Antrean Panjang di SPBU Aceh Berlanjut Meski Pemerintah Klaim Stok BBM Aman
China International Bicycle Fair 2026 Siap Gelar Pameran Sepeda Terbesar di Shanghai