Antrean Panjang di SPBU Aceh Berlanjut Meski Pemerintah Klaim Stok BBM Aman

- Jumat, 06 Maret 2026 | 10:00 WIB
Antrean Panjang di SPBU Aceh Berlanjut Meski Pemerintah Klaim Stok BBM Aman

Antrean panjang terlihat di sejumlah SPBU di Aceh. Bukan cuma mobil dan motor yang mengular, tapi juga orang-orang dengan jeriken warna-warni di tangan. Mereka ramai-ramai membeli BBM, dan situasinya sempat bikin jalanan macet.

Video yang beredar di media sosial menunjukkan pemandangan itu terjadi di Aceh Tengah, Jumat (6/3/2026). Warga berduyun datang ke SPBU dan Pertashop, membawa wadah dari jeriken ukuran kecil hingga yang besar. Rupanya, fenomena serupa juga menjalar ke tempat lain.

Di Kota Banda Aceh, lima SPBU berbeda dipadati antrean kendaraan. Bedanya, antrean di sini didominasi roda dua dan empat. Kendaraan mengular sampai ke badan jalan, sehingga arus lalu lintas pun terganggu. Kemudian, laporan serupa datang dari Bener Meriah. Di sana, warga juga terlihat mengantre dengan jeriken.

Menariknya, aksi borong ini terjadi meski stok bahan bakar diklaim aman. Menurut Kadis Kominfo Aceh Tengah, Mustafa Kamal, informasi dari PT Pertamina menyebut stok untuk wilayahnya cukup.

"Untuk wilayah distribusi depot Lhokseumawe termasuk kabupaten Aceh Tengah di dalamnya, stok di depot saat ini Pertamax ada 1.3 juta liter, Pertalite 4,3 juta liter dan solar 2,3 juta liter," jelas Mustafa.

Dia juga menyebut ada kapal pengangkut BBM yang sedang bersandar untuk memenuhi kebutuhan jelang Lebaran. Mustafa pun berpesan agar masyarakat tidak perlu panik. Pasokan BBM ke wilayah Gayo, katanya, akan dilakukan setiap hari.

Namun begitu, imbauan itu sepertinya belum sepenuhnya didengar. Tak cuma di SPBU, warga juga membeli dalam jumlah banyak dari pedagang eceran. Rata-rata, minyak itu kemudian mereka tuang ke dalam jeriken yang dibawa sendiri.

Pemandangan jadi sedikit ironis: antrean panjang dan kepanikan membeli, sementara otoritas setempat berusaha meyakinkan bahwa stok sebenarnya masih tersedia cukup.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar