Wali Kota Apresiasi Polda Riau Atasi Sampah Pekanbaru dengan Teknologi WTE Tanpa Beban APBD

- Jumat, 06 Maret 2026 | 10:10 WIB
Wali Kota Apresiasi Polda Riau Atasi Sampah Pekanbaru dengan Teknologi WTE Tanpa Beban APBD

Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, tak henti-hentinya mengucapkan terima kasih. Kali ini, apresiasinya tertuju pada Kapolda Riau, Irjen Herry Heryawan. Apa pasal? Inisiatif sang Kapolda menghadirkan program Green Policing lewat teknologi Waste-to-Energy (WTE) di TPA Muara Fajar dinilai sebagai angin segar. Bagi Agung, ini bukan sekadar proyek biasa, melainkan jawaban nyata untuk persoalan sampah yang sudah menggerogoti kota itu selama sepuluh tahun terakhir.

Menurutnya, kehadiran Polda Riau kali ini benar-benar berbeda. Bukan cuma soal penegakan hukum, tapi mereka datang membawa solusi teknis yang selama ini dicari-cari oleh pemda. "Ini 'produk' pemikiran Pak Kapolda yang sangat paham ancaman limbah terhadap ekosistem kita," ujar Agung.

"Pak Kapolda selalu memberikan solusi dan sangat membantu. Beliau paham betul isu lingkungan, maka hadirlah konsep WTE ini," jelas Agung Nugroho, Jumat (6/3/2026).

"Sampah yang sudah menggunung bertahun-tahun akan dikelola, diambil gas metannya, baru kemudian diproses menjadi energi."

Skema Cerdas Tanpa Sentuh APBD

Nah, yang bikin Wali Kota makin semangat mendukung adalah soal pembiayaannya. Di tengah anggaran daerah yang serba ketat, Polda Riau justru menawarkan teknologi canggih tanpa menguras kas daerah sedikit pun.

"Pemkot merasa sangat tertolong. Ini benar-benar nol APBD," tegasnya dengan nada lega.

Bahkan, bukan cuma nol beban. Pemkot malah dapat pemasukan dari sewa lahan TPA, dan nantinya ada bagi hasil dari penjualan listrik ke PLN. "Kerja sama yang sangat luar biasa," imbuhnya.

Di sisi lain, manfaat lingkungannya jelas sangat besar. Dengan luas lahan TPA sekitar 4 hektare yang hampir penuh, teknologi ini diharapkan bisa menyusutkan volume sampah secara signifikan.

"Melalui proses penutupan membran dan ekstraksi gas metan, sampah organik akan hancur dan menyusut. Artinya, lahan yang tadinya penuh sampah ke depannya bisa kita fungsikan kembali. Masalah satu dekade ini akhirnya bisa selesai," tambah Agung penuh harap.

Ia juga menghargai komitmen Polda yang menjalankan semuanya sesuai aturan. Koordinasi dengan pemerintah pusat pun sudah dilakukan, terbukti dengan kunjungan Wakil Menteri ke lokasi beberapa waktu lalu.

Perkembangannya sekarang? Pemkot Pekanbaru sudah menandatangani MoU dengan PT ICE, pihak swasta yang akan mengelola sampah. Di lapangan, peralatan seperti pipa dan membran sudah berdatangan ke TPA Muara Fajar dan proses pemasangan sedang berjalan.

"Kami sudah MoU dengan PT ICE untuk penyewaan lahan TPA dan pipa-pipa. Membran sudah terpasang mungkin baru 30 persen," katanya merinci.

Wali Kota mendukung penuh gagasan Polda Riau ini, yang sejalan dengan upaya mewujudkan program ASRI. Ia yakin kolaborasi ini akan menjadi warisan berharga bagi sejarah pengelolaan lingkungan Pekanbaru.

"Intinya, kita sangat setuju dan mendukung penuh. Ini adalah langkah maju bagi Pekanbaru," pungkasnya menutup pembicaraan.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar