4 Juni dalam Lintasan Sejarah: Dari Konvensi Siprus, Evakuasi Dunkerque, hingga Tragedi Kerajaan Nepal

- Kamis, 04 Juni 2026 | 06:35 WIB
4 Juni dalam Lintasan Sejarah: Dari Konvensi Siprus, Evakuasi Dunkerque, hingga Tragedi Kerajaan Nepal

Tanggal 4 Juni menjadi saksi dari rentetan peristiwa penting yang membentuk peta sejarah dunia, mulai dari pergeseran kekuasaan di kawasan Mediterania hingga tragedi pembunuhan seorang panglima perang di Asia Timur. Pada tahun 1878, melalui Konvensi Siprus yang ditandatangani secara rahasia, Kesultanan Utsmaniyah menyerahkan pengelolaan Pulau Siprus kepada Britania Raya. Kesepakatan itu merupakan hasil negosiasi panjang antara kedua pihak yang berlangsung sejak awal tahun yang sama, menandai dimulainya pengaruh Inggris di kawasan strategis Laut Tengah.

Lima puluh tahun kemudian, tepatnya pada 4 Juni 1928, dunia dikejutkan oleh tewasnya Zhang Zuolin, salah satu panglima perang paling berpengaruh di Tiongkok awal abad ke-20. Ia yang menguasai wilayah Manchuria dan memiliki pengaruh besar di kawasan utara, termasuk Beijing, tewas setelah kereta yang ditumpanginya diledakkan. Aksi tersebut dilakukan oleh sekelompok perwira dari Pasukan Guandong Jepang yang ingin memperkuat dominasi mereka di Manchuria. Sepeninggal Zhang, kekuasaan di wilayah itu diteruskan oleh putranya, Zhang Xueliang.

Sementara itu, pada tahun 1940, babak heroik Perang Dunia II di Eropa mencapai puncaknya. Operasi Dynamo, atau yang lebih dikenal sebagai Evakuasi Dunkerque, resmi berakhir pada 4 Juni 1940. Operasi militer besar-besaran ini berhasil menyelamatkan lebih dari 300.000 tentara Sekutu yang terjebak di pantai Dunkerque, Prancis, saat pasukan Jerman terus mendesak dalam Pertempuran Prancis. Keberhasilan evakuasi yang dramatis ini kemudian dikenang sebagai "Mukjizat Dunkerque" dan menjadi salah satu momen paling menentukan dalam sejarah perang.

Di sisi lain, tanggal yang sama juga menjadi hari lahir bagi salah satu talenta sepak bola Jerman, Lukas Podolski. Pria yang lahir pada 4 Juni 1985 di Gliwice, Polandia, ini dikenal luas dengan julukan "Prinz Poldi". Sepanjang kariernya, ia menjadi andalan Tim Nasional Jerman berkat tendangan kaki kiri yang kuat dan akurat, serta turut membawa negaranya meraih berbagai prestasi di pentas internasional.

Namun, tidak semua peristiwa pada 4 Juni membawa catatan heroik. Pada tahun 2001, Nepal dilanda duka mendalam setelah tragedi pembantaian keluarga kerajaan yang menewaskan Raja Dipendra Bir Bikram Shah dan sejumlah anggota keluarga lainnya. Gyanendra Bir Bikram Shah Dev kemudian resmi naik takhta pada 4 Juni 2001. Masa pemerintahannya diwarnai gejolak politik dan tuntutan demokratisasi yang semakin kuat, hingga akhirnya pada 2008, monarki Nepal resmi dihapus dan negara tersebut bertransformasi menjadi republik federal demokratis.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar