Momen ini diharapkan bisa dimanfaatkan betul oleh para siswa untuk bersilaturahmi dan mengeratkan tali persaudaraan. Barulah pada 30 Maret nanti, kegiatan belajar mengajar kembali berjalan normal.
Nah, selain jadwal libur, SEB itu juga merinci pola pembelajaran selama Ramadan. Ada beberapa fase yang perlu dicatat.
Pertama, fase "Pembelajaran dari Rumah" yang berlaku pada 18 sampai 21 Februari 2026. Konsepnya, siswa belajar mandiri di rumah, tempat ibadah, atau lingkungan masyarakat berdasarkan tugas dari sekolah. Tugasnya diharapkan sederhana, menyenangkan, dan tidak membebani. Intinya, meminimalkan ketergantungan pada gawai dan internet.
Setelah itu, masuk fase "Pembelajaran di Sekolah" dari 23 Februari hingga 14 Maret. Di periode ini, aktivitas belajar kembali dilakukan di kelas. Tapi selain pelajaran akademik, sekolah juga dianjurkan mengadakan kegiatan yang bisa menambah keimanan, akhlak mulia, serta kepedulian sosial para siswa.
Barulah kemudian, seperti yang sudah disebutkan, libur panjang menyambut hari raya dimulai.
Intinya, dengan jadwal yang sudah jelas ini, para orang tua dan siswa bisa lebih tenang menyusun agenda. Yang penting, manfaatkan waktu libur untuk hal-hal yang bermakna. Selamat merencanakan!
Artikel Terkait
Lima Atlet Panjat Tebing Laporkan Pelecehan Seksual, Menpora Tegaskan Negara Berpihak
Castrol Luncurkan Layanan Darurat Kendaraan Gratis untuk Antisipasi Banjir di Jawa
Kemensos Salurkan Bantuan Rp543 Miliar untuk Korban Banjir Sumatera
Menkominfo Sidak ke Kantor Meta, Desak Kepatuhan Atasi Kejahatan Digital