Samudra Hindia menjadi saksi sebuah insiden berdarah. Kapal selam milik Amerika Serikat dilaporkan menembakkan torpedo dan menenggelamkan sebuah kapal perang Iran. Korban jiwa berjatuhan, puluhan nyawa melayang dalam serangan mendadak itu.
Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, memberikan pernyataan yang cukup gamblang. Menurutnya, kapal Iran itu merasa aman berlayar di perairan internasional.
"Kapal itu merasa aman di perairan internasional, tapi justru dihantam torpedo," ujarnya.
Hegseth memang enggan menyebut nama kapal yang jadi sasaran. Namun, informasi dari Angkatan Laut Sri Lanka mengarah pada satu nama: IRIS Dena. Kapal fregat itu dikabarkan tenggelam, dengan sekitar 140 orang dinyatakan hilang di laut.
"Ini memang bukan pertarungan yang seimbang, dan tidak dimaksudkan sebagai pertarungan yang seimbang," lanjut Hegseth dengan nada tegas.
Ia bahkan mengakhiri dengan ancaman yang terselubung. "Gelombang yang lebih besar akan datang. Kami baru memulainya."
Artikel Terkait
KPK Selidiki Keterlibatan Suami Bupati Pekalongan dalam Kasus OTT
Dua YouTuber Ditahan sebagai Tersangka Pencemaran Nama Baik Azizah Salsha
15 Mahasiswa Unpatti Dilaporkan Polisi Usai Rusak dan Bakar Fasilitas Kampus
Prabowo dan Presiden Pakistan Rencanakan Kunjungan Bersama ke Teheran untuk Mediasi