Dirjen Dukcapil Turun Langsung, Bawa Bantuan Perangkat untuk Pulihkan Layanan KTP-el di Empat Wilayah Aceh

- Selasa, 13 Januari 2026 | 11:20 WIB
Dirjen Dukcapil Turun Langsung, Bawa Bantuan Perangkat untuk Pulihkan Layanan KTP-el di Empat Wilayah Aceh

Minggu lalu, langkah Dirjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri, Teguh Setyabudi, membawanya ke Aceh. Bukan sekadar kunjungan biasa, tapi misi "jemput bola" untuk layanan administrasi kependudukan di empat wilayah yang terdampak. Ia menyambangi Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, dan Kota Langsa.

Selama empat hari penuh, mulai Senin hingga Kamis, Teguh dan rombongannya turun langsung. Mereka tak cuma meninjau kantor Disdukcapil setempat atau posko layanan di lapangan, tapi juga bertemu dengan para kepala daerah. Yang tak kalah penting, mereka membawa serta bantuan perangkat operasional untuk memperkuat layanan di sana.

Bagi Teguh, kegiatan ini punya makna yang dalam. Ini adalah upaya nyata pemerintah pusat untuk benar-benar hadir di tengah masyarakat, khususnya di daerah yang sedang berjuang.

"Dukcapil selalu berada di garis depan untuk melayani masyarakat," tegasnya dalam keterangan tertulis, Selasa (13/1/2025).

"Penugasan tim ke Aceh ini adalah wujud nyata bahwa negara tidak pernah absen dalam menjamin hak identitas setiap warga, sekalipun di tengah keterbatasan sarana dan prasarana. Kehadiran kami di sini adalah bukti bahwa pelayanan publik harus terus berjalan tanpa henti."

Di Aceh Tamiang, misi itu langsung diwujudkan. Teguh menyerahkan bantuan hibah peralatan perekaman dan pencetakan KTP elektronik senilai Rp 421 juta. Bupati setempat, Armia Fahmi, yang menerimannya langsung.

Namun begitu, bantuan tak berhenti di situ. Tiga daerah lainnya juga mendapat giliran. Bantuan yang disiapkan cukup lengkap: mulai dari perangkat mobile enrollment, printer khusus, card reader, hingga ribuan blanko KTP-el. Intinya, semua perlengkapan pendukung untuk mempercepat layanan adminduk.

Jangan salah, kehadiran tim ini bukan sekadar formalitas atau aksi simbolis belaka. Teguh menegaskan, tujuan utamanya adalah memastikan layanan publik, terutama penerbitan dokumen kependudukan pasca bencana, benar-benar berjalan. Titik.

"Kami hadir untuk memastikan masyarakat di Aceh Tamiang, Aceh Timur, Kota Langsa dan Aceh Utara tetap mendapatkan hak administrasi kependudukan mereka," ucap Teguh.

"Dengan dukungan perangkat yang kami bawa dan serahkan, layanan perekaman dan pencetakan dokumen kependudukan bisa kembali berjalan optimal meski dalam kondisi keterbatasan infrastruktur."

Untuk mendukung pemulihan itu, bantuan perangkat pun disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing daerah. Aceh Timur, contohnya, mendapat printer CR707E beserta ribbon dan film pendukungnya. Kota Langsa menerima jumlah perangkat printer dan suku cadang yang lebih banyak.

Sementara itu, di Kabupaten Aceh Utara, bantuan yang datang terbilang paling komprehensif. Tim Jemput Bola menyerahkan paket lengkap: dua set mobile enrollment, printer Fargo, card reader, hingga perangkat pendukung seperti power station, panel surya, dan bahkan perangkat Starlink untuk konektivitas. Tak lupa, ribuan blanko KTP-el juga disiapkan.

Harapannya jelas. Dengan dukungan konkret ini, kapasitas Disdukcapil di keempat wilayah itu bisa semakin kuat. Keterbatasan infrastruktur, terutama listrik dan jaringan, diharapkan tak lagi menjadi penghalang besar. Intinya, hak administrasi kependudukan masyarakat harus tetap terpenuhi dengan baik.

Dalam kunjungan kerja ini, Teguh tidak sendirian. Ia didampingi oleh Kepala Registrasi Kependudukan Provinsi Aceh, T. Syarbaini, beserta tim. Jajaran pejabat eselon I dari pusat juga turut serta, seperti Direktur Pendaftaran Penduduk Muhammad Farid, Direktur Bina Aparatur Erliani Budi Lestari, serta direktur-direktur lainnya.

Rombongan yang cukup besar ini menunjukkan betapa seriusnya upaya pemulihan layanan di Aceh. Mereka semua turun, beriringan, untuk memastikan layanan dasar negara itu benar-benar sampai ke tangan warga.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar