Di Aceh Tamiang, Kamis kemarin, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan sikap pemerintah terkait bantuan untuk korban bencana. Intinya, pemerintah terbuka lebar. Bantuan dari siapa pun, termasuk dari diaspora daerah, akan diterima dengan tangan terbuka untuk pemulihan Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
"Kalau ada pihak yang tulus ikhlas mau membantu, ya kita jelas sebagai manusia masa menolak bantuan," kata Prabowo dalam rapat koordinasi.
Namun begitu, ada satu catatan penting. Semua bantuan itu harus lewat jalur yang jelas. Mekanisme dan prosedurnya wajib dipatuhi. Tanpa itu, niat baik bisa jadi kacau di lapangan.
Prabowo secara khusus menyebut peran diaspora. Misalnya, warga Aceh di perantauan yang ingin membantu kampung halamannya. Atau orang Minang di luar Sumbar yang terpanggil. Bahkan komunitas Batak di Jawa atau luar negeri yang peduli dengan Sumut.
"Ya monggo. Silakan," ujarnya singkat.
Menurutnya, nanti bantuan-bantuan itu akan dilaporkan ke pusat. Untuk mempermudah dan menjaga transparansi, pemerintah daerah kemungkinan akan membuka rekening khusus. "Mungkin apakah nanti Gubernur Provinsi Aceh, Sumatera Barat, Sumatera Utara membuka rekening dana bantuan pascabencana," tegas Prabowo.
Dengan cara itu, penyaluran bisa lebih tertib. "Yang mau kirim langsung silakan, dari dalam negeri memberi sumbangan silakan. Kita tidak menolak bantuan, hanya mekanisme dan prosedurnya harus jelas," sambungnya.
Di sisi lain, Presiden menegaskan keseriusan pemerintah dalam menangani musibah ini. Anggaran yang cukup besar sudah disiapkan. "Kita memandang sangat serius dan kita akan habis-habisan untuk membantu," ucap dia.
Tak hanya anggaran, seluruh jajaran kabinet pun dikerahkan. Beberapa menteri terlihat di lokasi rapat, sementara yang lain tersebar di titik-titik terdampak. "Dua sedang di Aceh Utara, 10 menteri sedang di Aceh. Ada berapa menteri lagi yang sedang di tempat lain," pungkas Prabowo, menggambarkan skala respons pemerintah yang masif.
Jadi, pesannya jelas: bantuan diterima, tapi harus terkoordinasi. Semua demi pemulihan yang cepat dan tepat sasaran.
Artikel Terkait
Pelajar Tewas Diduga Dianiaya Oknum Brimob di Tual, Tersangka Sudah Ditahan
Nadiem Makarim Serukan Anak Muda Tak Putus Asa dengan Indonesia di Tengah Sidang Korupsi
Ketua BEM UGM Laporkan Teror Anonim Usai Kritik Pemerintah
Dasco Minta Pemerintah Tunda Rencana Impor 105 Ribu Pick Up India