Saya sudah melihat video yang dia bagikan. Isinya? Hampir kosong. Narasinya jauh dari ilmiah dan terasa sangat dipaksakan. Adegan yang ditampilkan pun tidak nyambung dengan apa yang diceritakan. Ini bikin saya heran, kok konten semacam itu bisa disebarkan oleh seorang doktor, yang dulu disertasinya sendiri sudah jadi perdebatan.
Jujur, jadi teringat kasus heboh beberapa tahun silam. Waktu itu, ada disertasi doktor yang menghebohkan karena dianggap membolehkan hubungan intim di luar nikah.
Nah, apakah sang doktor ini ingin mengulang popularitas dari kasus disertasinya dulu? Mirip dengan kasus video lama 'wahabisme lingkungan' yang tiba-tiba viral. Wallahu a'lam.
Di sisi lain, saya perhatikan pola yang menarik. Hampir semua akun yang dikenal liberal mendukung kubu yang sama. Mereka yang dulu ribut minta MLB, giliran diizinkan malah menolak. Intinya sih, ya, takut kehilangan kursi jabatan.
Lalu kenapa mereka mendukung? Jawabannya sederhana: kepentingan sejalan. Bosnya pun sama. Seperti kaidah yang sering disebut: Al-arwah junud mujannadah.
(Syarif)
Artikel Terkait
Perekonomian Sulawesi Selatan Tumbuh 6,88 Persen di Triwulan I 2026, Ditopang Sektor Pemerintahan dan Konsumsi Publik
Dua Calon Jemaah Haji Asal Soppeng Tertunda Berangkat karena Tidak Laik Terbang
Harga Emas Antam Naik Rp17.000 per Gram, Buyback Tembus Rp2.645.000
Ivan Toney Cetak Hat-trick, Al Ahli Hajar Al Fateh 3-1 di Liga Pro Saudi