Rasa empati dan kekhawatiran akan fitnah harta itulah yang kemudian mendorongnya bertindak nyata. Dalam sebuah aksi sosial yang spektakuler, Abdurrahman menyedekahkan hampir seluruh kekayaannya. Bayangkan saja: sekitar 700 ekor unta beserta segala muatannya, ia bagikan untuk penduduk Madinah. Jumlah yang fantastis.
Saat orang-orang bertanya, untuk apa semua itu, jawabannya sederhana namun dalam.
Begitulah kira-kira tutur Ustaz Das'ad Latif mengutip perkataannya. Bagi Abdurrahman, bersedekah bukan sekadar memberi. Itu adalah cara ia 'menitipkan' harta, agar kelak bisa dipetik kembali di kehidupan yang abadi.
Nah, kisah klasik ini sebenarnya adalah cermin untuk kita semua. Harta dan kesenangan duniawi memang menggiurkan. Tapi, yang terpenting adalah bagaimana kita mengelolanya bukan untuk terlena, melainkan justru untuk jadi jalan berbuat baik. Dengan begitu, apa yang kita miliki bisa membawa manfaat sekarang, dan menjadi bekal nanti.
Artikel Terkait
Polri Serahkan Rp 58,1 Miliar Hasil Sitaan Judi Online ke Negara
Akulaku Finance Catat Laba Bersih Melonjak 66% Didorong Layanan Paylater
Presiden Prabowo Gelar Buka Puasa dan Hormati Ulama di Istana
PSIM Fokus Hindari Degradasi Usai Imbang Lawan Semen Padang