Pasar Saham AS Melemah Imbas Eskalasi Konflik Timur Tengah

- Rabu, 04 Maret 2026 | 08:15 WIB
Pasar Saham AS Melemah Imbas Eskalasi Konflik Timur Tengah

"Apa pun yang diperlukan," tegas Trump. Di media sosial, dia kemudian mengklaim AS punya persediaan senjata tertentu yang "hampir tidak terbatas".

Guncangan inflasi akibat konflik ini jadi momok utama bagi para investor. Harga minyak melonjak tajam karena kekhawatiran pasokan terganggu. Pasar takut, kenaikan harga energi yang berkepanjangan bakal memicu inflasi global dan memaksa bank sentral untuk bersikap lebih agresif.

Luschini kembali angkat bicara.

"Risiko terbesarnya adalah harga minyak terus naik dan bertahan lama, sampai-sampai merugikan aktivitas ekonomi AS dan global. Lalu, apakah ini bisa meluas dan melibatkan Tiongkok atau Rusia? Itu juga jadi pertanyaan," jelasnya kepada Investing.com.

Lonjakan harga minyak ini juga membuat spekulasi tentang pemotongan suku bunga The Fed makin redup. Alat CME FedWatch menunjukkan, peluang pemotongan suku bunga 25 basis poin kini bergeser ke bulan Juli.

"Inflasi yang sudah tinggi itu bisa makin menjadi gara-gara kenaikan harga energi. Akibatnya, Fed mungkin harus memangkas proyeksi pemotongan suku bunga mereka untuk tahun ini," tambah Luschini.

Menanti Rentetan Data Ekonomi

Data ekonomi AS yang dirilis Selasa memang tak banyak. Tapi jadwal akhir pekan ini justru padat. Laporan penjualan ritel Januari, data ketenagakerjaan ADP, dan yang paling ditunggu: laporan penggajian non-pertarian akan silih berganti muncul.

Sebelumnya, data indeks manajer pembelian (PMI) AS untuk Februari yang dirilis Senin menunjukkan hasil yang lebih kuat dari perkiraan. Aktivitas manufaktur tumbuh untuk bulan kedua berturut-turut, pesanan baru juga melonjak. Data ISM bahkan mencatat kenaikan tajam aktivitas manufaktur pada Februari. Semua itu terjadi sebelum potensi guncangan energi dari Timur Tengah benar-benar terasa.

Editor: Melati Kusuma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar