Soal masa depan Iran pasca-konflik, Trump punya pandangan sendiri. Ia berpendapat, figur dari dalam negeri Iran lebih cocok memimpin, ketimbang figur di luar seperti Reza Pahlavi putra mendiang Shah.
"Dia (Pahlavi) tampak seperti orang yang sangat baik. Tetapi menurut saya, seseorang dari dalam mungkin lebih baik," ujarnya.
Namun begitu, Trump tampaknya sadar betul risikonya. Skenario terburuk dari serangan ini, dalam benaknya, adalah munculnya kepemimpinan baru yang tak kalah buruk dari rezim yang sedang mereka perangi.
"Saya kira skenario terburuknya adalah, kita melakukan ini, dan kemudian seseorang mengambil alih yang sama buruknya dengan orang sebelumnya, bukan?" kata Trump dengan nada khasnya.
Lalu ia menambahkan, agak merenung, "Itu bisa terjadi. Kita tidak ingin itu terjadi."
Artikel Terkait
Pyridam Farma Percepat Ekspansi Pabrik Obat Steril untuk Jawab Lonjakan Permintaan
Carrick Waspadai Tren Negatif Meski Awal Gemilang di Manchester United
Megawati Sampaikan Belasungkawa atas Wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei
Mendikdasmen Ajukan ABT Rp 181 Triliun untuk Revitalisasi Sekolah dan Digitalisasi