Pemerintah Tegaskan Politik Bebas Aktif dan Dukungan untuk Palestina Pasca Pertemuan dengan Mantan Presiden

- Rabu, 04 Maret 2026 | 01:30 WIB
Pemerintah Tegaskan Politik Bebas Aktif dan Dukungan untuk Palestina Pasca Pertemuan dengan Mantan Presiden

Suasana di Istana Merdeka, Selasa lalu, cukup berbeda. Presiden Prabowo Subianto mengundang banyak tokoh penting negeri ini, dari mantan presiden hingga pimpinan partai politik. Agenda utamanya silaturahmi, tapi jelas ada hal-hal serius yang dibicarakan, terutama menyangkut situasi global yang memanas.

Pasca pertemuan itu, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh memberikan sedikit pencerahan. Menurutnya, sikap Indonesia di panggung dunia terkait konflik Timur Tengah masih sama. "Sampai hari ini barangkali masih dalam posisi seperti itu," ujar Paloh.

Maksudnya, Indonesia tetap mempertahankan keanggotaannya dalam Board of Peace (BoP). Ini disampaikannya usai bertemu Prabowo bersama para mantan presiden, wakil presiden, dan sejumlah ketua umum partai koalisi.

Namun begitu, Paloh menegaskan bahwa sikap seorang pemimpin itu dinamis. Bisa saja berubah nanti, tergantung perkembangan situasi. "Kecuali ada perkembangan bersama beberapa negara lain nanti, mengevaluasi ulang kembali arti keberadaan Indonesia di BoP," lanjutnya. Jadi, posisi kita bukan sesuatu yang kaku.

Di sisi lain, pemerintah juga kembali menegaskan prinsip politik bebas aktif. Itu harga mati. Tak lupa, komitmen untuk mendukung perjuangan rakyat Palestina terus diteguhkan. "Bahwasanya kita menegaskan kembali bagaimana mempertahankan politik bebas dan aktif, rasa simpati dan empati yang besar terhadap perjuangan rakyat Palestina," beber Surya Paloh.

Pertemuan di Istana sendiri berlangsung cukup khidmat. Dari video yang beredar, terlihat Prabowo masuk ke ruang tengah didampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Mereka kemudian menyambut para tamu kehormatan.

Editor: Lia Putri


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar