Marsda Jorry berharap forum itu bisa melahirkan gagasan-gagasan yang visioner tapi tetap aplikatif. Selain membahas strategi besar, lokakarya juga mengkaji pengembangan teknologi TNI AU, terutama terkait pengendalian dan pengelolaan kawasan.
“Saya harap para Perwira Siswa memanfaatkan betul kesempatan ini. Berdiskusilah secara kritis, berbasis data, agar lahir rekomendasi yang solutif dan bisa dijalankan,” tambahnya.
Acara itu sendiri dihadiri oleh sejumlah pembicara kunci. Mulai dari Kepala Dinas Hukum TNI AU Marsma TNI Agus Pramono, perwakilan AirNav Indonesia Veranty, hingga Direktur PT Infoglobal Teknologi Semesta J. Adi Sasongko. Tampak juga Wakil Komandan Seskoau serta sejumlah pejabat lainnya.
Yang menarik, peserta lokakarya ini cukup beragam. Ada 100 perwira siswa yang terlibat. Sebagian besar 84 orang berasal dari TNI AU, ditambah beberapa perwira dari TNI AL, TNI AD, dan Polri. Bahkan, tujuh perwira dari negara sahabat seperti AS, Australia, dan Singapura juga ikut serta.
Dengan komposisi seperti itu, Seskoau seakan ingin menegaskan kembali perannya. Tempat ini bukan sekadar sekolah staf, melainkan kawah candradimuka untuk mencetak pemimpin TNI AU yang adaptif dan visioner. Pemimpin yang siap menghadapi segala bentuk ancaman di masa depan, sekompleks apa pun itu.
Artikel Terkait
Hassan Wirajuda Soroti Syarat Kunci Mediasi Damai: Penerimaan Para Pihak yang Bertikai
Prabowo Bahas Dampak Serangan AS-Israel ke Iran dalam Forum Tertutup dengan Mantan Kepala Negara
Pegawai Toko di Cisarua Tewaskan Majikan Pasutri dengan Golok dan Senapan
Negara-Negara Arab dan Barat Serentak Kecam Serangan Balasan Iran di Timur Tengah