Pegawai Toko di Cisarua Tewaskan Majikan Pasutri dengan Golok dan Senapan

- Rabu, 04 Maret 2026 | 01:10 WIB
Pegawai Toko di Cisarua Tewaskan Majikan Pasutri dengan Golok dan Senapan

Laporan warga tentang sebuah toko yang tak biasa itulah yang membuka tabir kasus mengerikan ini. Toko milik pasangan asal Pakistan itu, yang biasanya ramai, tiba-tiba tutup seharian. Rasa ganjil itulah yang mendorong tetangga untuk mengecek ke rumah mereka di Cisarua, Bogor.

Rumah itu sunyi dan terkunci. Tapi, ada sesuatu yang salah. Menurut sejumlah saksi, terlihat bercak-bercak darah. Laporan itu pun segera sampai ke telinga Kapolsek.

Kapolres Bogor, AKBP Wikha Ardilestanto, menjelaskan kronologinya pada Selasa (3/3/2026).

"Ada masyarakat yang datang ke Polsek Cisarua melaporkan keganjilan. Toko yang setiap hari buka, hari itu tutup total. Mereka yang kenal korban lalu mengecek rumahnya. Kosong dan terkunci. Tapi ada informasi awal soal bercak darah. Laporan itu kami tindaklanjuti langsung dengan pengecekan ke TKP," ujar Wikha.

Penyelidikan pun dimulai. Dari pemeriksaan saksi, polisi mulai mencium jejak pelaku. Namanya mengerucut: seorang lelaki 22 tahun warga Desa Batu Layang, Cisarua. Dia adalah pegawai korban sendiri.

Begitu dicek rumah pelaku, polisi menemukan salah satu mobil miliknya yang ternyata ada di rumah korban. Sang pemuda pun segera diringkus. Di kantor polisi, cerita buruknya terungkap.

"Setelah membunuh, pelaku berusaha mengaburkan kejahatan dengan menyembunyikan jasad. Dia membawa kedua jenazah itu ke Padalarang, Bandung Barat," beber Kapolres.

Luka Bacok dan Tembakan di Malam Minggu

Kekejian itu terjadi pada Minggu (1/3) malam. Namun, niat jahat pelaku sudah mengendap sejak sore. Dia datang dengan persiapan mengerikan: sebuah golok dan senapan angin, lalu menunggu kedatangan majikannya, Mohammad Afzal (56) dan istrinya, Firza Afzal (47).

Kondisi jenazah sungguh memilukan. Di tubuh sang suami, terpapar dua sayatan dan dua bacokan di leher. Sementara istrinya lebih parah lagi: lima luka bacok menghujam leher dan kepalanya.

Tak cuma itu. Wikha menambahkan, ada juga bekas tembakan senapan angin di kepala salah satu korban. Sebuah akhir yang tragis bagi pasutri itu.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar