Di udara yang sejuk Lembang, Marsda TNI Jorry S. Koloay menyampaikan pesan yang tegas. Karakter perang, katanya, sudah berubah total. Sekarang, ancaman datang dari segala penjuru bukan cuma darat, laut, dan udara, tapi juga dari dunia maya dan bahkan ruang angkasa. Semuanya bisa terjadi dalam waktu bersamaan.
“Ini bukan cuma soal punya pesawat atau rudal yang lebih canggih,” ujarnya.
“Yang lebih penting adalah transformasi cara berpikir dan menyusun strategi. TNI AU harus bisa menyatukan seluruh domain operasi itu. Hanya dengan begitu kita bisa menciptakan keunggulan strategis buat bangsa.”
Pernyataan itu disampaikannya dalam Lokakarya Perwira Siswa Seskoau angkatan ke-64, Selasa lalu. Menurutnya, konsep operasi multidomain atau MDO yang digagas Pentagon memang mengedepankan kolaborasi lintas sektor. Sinergi antara tentara, regulator penerbangan, dan industri teknologi pertahanan jadi fondasi yang mutlak. Era perang modern ini sarat dengan teknologi, sehingga mustahil dihadapi sendirian.
“Kekuatan udara nggak bisa berdiri sendiri lagi. Ia harus jadi bagian dari sebuah orkestrasi besar, yang menyatu dengan siber dan angkasa,” papar Jorry lebih dalam.
Tema lokakarya itu sendiri memang mengusung transformasi menuju operasi multidomain. Kunci utamanya? Interoperabilitas sistem, integrasi komando, dan tentu saja penguasaan teknologi tinggi. Tanpa itu, semuanya akan berjalan tersendat-sendat.
Artikel Terkait
Hassan Wirajuda Soroti Syarat Kunci Mediasi Damai: Penerimaan Para Pihak yang Bertikai
Prabowo Bahas Dampak Serangan AS-Israel ke Iran dalam Forum Tertutup dengan Mantan Kepala Negara
Pegawai Toko di Cisarua Tewaskan Majikan Pasutri dengan Golok dan Senapan
Negara-Negara Arab dan Barat Serentak Kecam Serangan Balasan Iran di Timur Tengah