Sedangkan arus baliknya berlaku di ruas yang sama tapi dengan arah berlawanan, dari Semarang-Solo kembali ke Jakarta-Cikampek. Sistem ini aktif lebih lama, dari Senin, 23 Maret siang, hingga Minggu malam, 29 Maret.
Kedua, ada contra flow. Sistem jalur pasang surut ini akan diterapkan di tol Jakarta-Cikampek dan Jagorawi. Untuk mudik, di ruas Karawang Barat (KM 47) sampai Cikampek (KM 70) dalam dua periode. Periode pertama menyambung dengan sistem satu arah, periode kedua di akhir pekan.
Lalu untuk arus balik, contra flow berlaku di dua titik. Di Jakarta-Cikampek (KM 70 ke KM 47) selama sepekan penuh. Sementara di Jagorawi, khusus di ruas Gunung Putri ke Cipayung, hanya diberlakukan pada dua hari tertentu: Selasa dan Minggu di minggu balik.
Yang ketiga, sistem ganjil-genap. Aturan ini akan menyapu ruas tol yang cukup panjang saat mudik, dari Jakarta-Cikampek KM 47 hingga Semarang-Batang KM 414, plus ruas Tangerang-Merak. Berlaku dari 17 hingga 20 Maret.
Saat balik, ganjil-genap kembali diterapkan di ruas yang sama dengan arah berlawanan, mulai dini hari tanggal 23 Maret hingga akhir pekan berikutnya.
Namun begitu, aturan plat nomor ini tidak berlaku untuk semua. Kendaraan tertentu mendapat pengecualian. Ambil contoh mobil pemadam kebakaran, ambulans, atau angkutan umum plat kuning. Kendaraan operasional pengelola tol dan mobil yang mengangkut penyandang disabilitas juga bebas dari aturan ini.
Jadi, buat yang berencana mudik tahun depan, sudah saatnya mempersiapkan perjalanan dengan memperhatikan skema ini. Agar perjalanan pulang kampung tak hanya lancar, tapi juga aman.
Artikel Terkait
Prancis Kerahkan Jet Rafale ke UEA untuk Amankan Pangkalan dari Ancaman Drone
Gubernur Jabar Geram Temukan Trotoar Baru Dikeruk Tanpa Izin, Ancam Tuntut Kontraktor
Nenek 70 Tahun Pingsan Usai Digasak Jambret, Pelaku Kembali Berpura-pura Menolong
Wakil Ketua MPR Serukan Dialog dan Penahanan Diri untuk Cegah Eskalasi Konflik Global