Di tengah riuh rendah perayaan Cap Go Meh di Singkawang, Kalimantan Barat, Wakil Ketua MPR Bambang Wuryanto menyelipkan pesan yang jauh lebih mendalam. Ia bicara soal perdamaian dunia. Konflik-konflik yang sedang memanas di beberapa belahan dunia, harapnya, jangan sampai terus meluas. Intinya sederhana: semua pihak perlu bisa menahan diri.
"Kita tidak ingin konflik semakin luas," ujar Bambang, yang akrab disapa Bambang Pacul, pada Selasa (3/2/2026) lalu.
Menurutnya, Indonesia secara tegas meminta agar dialog yang harus dikedepankan. Bukan adu kekuatan.
Bambang kemudian menegaskan prinsip dasar politik luar negeri kita. Sebagai bangsa dengan prinsip bebas dan aktif, Indonesia harus konsisten. Posisinya jelas: tidak memihak siapapun. Setiap negara, tanpa kecuali, diharapkannya untuk menghormati hukum internasional yang berlaku. Itu jalan terbaik.
Di sisi lain, ia melihat langsung contoh nyata kerukunan itu di Singkawang. Kota yang sedang ia kunjungi itu justru menunjukkan sesuatu yang indah. Perbedaan yang ada sama sekali tidak jadi pemicu perpecahan. Malah sebaliknya.
Dari sanalah ia kembali menegaskan satu hal. Indonesia pada hakikatnya adalah negara yang benar-benar menjunjung tinggi nilai perdamaian. Bukan sekadar wacana.
Artikel Terkait
Orang Tua Laporkan Manajer Kursus ke Polisi Diduga Lakukan Kekerasan Verbal dan Ujaran Kebencian
Bocah 2 Tahun di Lombok Tengah Selamat Usai Merayap di Atap Genteng
Pesawat Khusus Haji Siap Angkut Kloter Pertama dari Banjarmasin
Pembongkaran Makam di Sidoarjo Berdasarkan Wasiat, Pemerintah Lakukan Mediasi