Nenek 70 Tahun Pingsan Usai Digasak Jambret, Pelaku Kembali Berpura-pura Menolong

- Selasa, 03 Maret 2026 | 17:25 WIB
Nenek 70 Tahun Pingsan Usai Digasak Jambret, Pelaku Kembali Berpura-pura Menolong

Siang itu di kawasan Jelambar, Jakarta Barat, seorang nenek berusia 70 tahun berjalan sendirian. Tiba-tiba, aksi keji terjadi. Seorang pria mengendarai motor dengan jaket mirip ojol mendekatinya. Dalam sekejap, dia menarik tas yang dibawa sang nenek dengan paksa. Akibatnya, korban yang berinisial LSJ itu terpelanting ke tanah dan tak sadarkan diri.

Pelaku, seorang pria 28 tahun berinisial BAS, langsung kabur. Tapi upaya jambretnya gagal. Tas itu tak berhasil direbut.

Menurut Kanit Reskrim Polsek Grogol Petamburan AKP Alexander Tengbunan, kejadian ini berlangsung pada Senin (2/3) siang.

"Kemudian dia didekati oleh pelaku yang menggunakan sepeda motor, kemudian tas milik korban ditarik paksa oleh pelaku tapi tidak berhasil. Jadi percobaan pencurian dengan kekerasan, korban terjatuh hingga kepalanya terbentur. Iya korban pingsan," jelas Alexander, Selasa (3/3/2026).

Yang aneh, lima menit setelah kabur, BAS kembali lagi ke lokasi. Dia sudah ganti helm. Rupanya, dia masih mengincar tas itu. Tapi situasi sudah berubah. Warga mulai berkerumun melihat nenek yang masih pingsan.

Melihat suasana jadi ramai, pelaku pun mengubah taktik. Alih-alih menjambret, dia malah berpura-pura menjadi penolong, mendekati korban seolah ingin menolong.

"Pelaku ini diduga menggantikan helm dan kembali ke tempat tersebut. Berpura-pura ingin menolong, tapi diduga karena sudah banyak masyarakat yang melihat dia nggak jadi ngambil tasnya," ujar Alexander.

Polisi akhirnya menangkap BAS. Penyidikan dilakukan dengan mengumpulkan rekaman CCTV dan keterangan saksi. Di Polsek Grogol Petamburan, pelaku mengaku hanya kasihan pada korban. Namun polisi tak percaya dengan pengakuannya itu.

Mereka menduga kuat, niat awal BAS adalah mengambil tas yang gagal dirampas. Rasa "kasihan" itu baru muncul karena dia takut dikeroyok massa yang sudah berdatangan.

"Alasannya dia, dia kasihan. Tapi kita melihat unsur percobaan pencurian sudah masuk makannya kita sudah tahan dia. Tapi diduga karena banyak masyarakat di situ dia mau ambil tas nggak jadi, takut dimassa, makannya pura-pura mau menolong," tegasnya.

Video kejadian ini sempat viral di media sosial, memantik kemarahan netizen. Kini BAS harus berhadapan dengan hukum atas perbuatannya yang tak hanya nekat, tapi juga penuh akal-akalan.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar