Dampak ke Eropa dan Asia
Di sisi lain, mata uang Eropa justru tertekan. EUR/USD anjlok 0,9 persen ke 1,1707. Kekhawatiran utamanya sederhana: konflik ini berpotensi melambungkan harga energi di kawasan, yang bisa membebani pemulihan industri Eropa.
Tim analis ING memberikan catatan menarik. Mereka mengakui kenaikan harga energi akan memaksa investor meninjau ulang prospek industri Eropa. Namun, kondisi ekonomi global saat ini dinilai jauh lebih baik dibanding saat krisis energi Maret 2022, dengan dukungan fiskal yang lebih kuat.
"Kecuali ada de-eskalasi dini, EUR/USD bisa dengan mudah terdorong kembali ke wilayah 1.1575/1650. Investor memang sudah mulai mempertanyakan status safe haven dolar tahun ini, tapi melihat sifat guncangan kali ini yang terkait energi, justru dolar-lah yang paling diuntungkan," tulis ING.
Poundsterling Inggris juga melemah. GBP/USD turun 0,5 persen ke 1,3417. Sementara itu, franc Swiss yang juga dianggap aman justru menguat signifikan. EUR/CHF naik 0,3 persen ke 0,9113, mendorong franc ke level terkuatnya dalam lebih dari satu dekade terhadap euro.
Bank Sentral Swiss pasti tak senang melihat ini. ING memperkirakan fokus akan beralih ke kemungkinan kembali diterapkannya suku bunga negatif di Swiss untuk meredam penguatan franc yang berlebihan.
Pasar Asia tak luput dari gejolak. USD/JPY melonjak 0,7 persen ke 157,20. Pedagang sedang mencerna dampak lonjakan harga energi terhadap impor minyak Jepang. Ketidakpastian yang meningkat ini juga membuat Bank Sentral Jepang kemungkinan akan bersikap lebih hati-hati, mengurangi peluang kenaikan suku bunga dalam waktu dekat.
Di China, USD/CNY naik 0,4 persen menjadi 6,8821, mengatasi level terendah 34 bulan yang baru dicapai pekan lalu. Sedangkan dolar Australia yang sensitif terhadap risiko, terjungkal. AUD/USD turun 0,3 persen ke 0,7092, terpukul keras oleh prospek harga minyak mentah yang lebih tinggi.
Artikel Terkait
Pembangunan Sabo Dam di Marapi Dimulai untuk Antisipasi Lahar Dingin
Iran Serang Kapal Tanker Sekutu AS di Selat Hormuz, Ketegangan Global Meningkat
Pemprov NTB Pastikan Seluruh PMI dan Jemaah Umrah di Timur Tengah dalam Kondisi Aman
Bayi Perempuan Ditemukan Hidup di Tas Hitam, Ibu Kandung Ditangkap