Isu terkait materi stand-up comedy Pandji Pragiwaksono di platform Netflix terus bergulir. Kali ini, respons datang dari Habib Rizieq Shihab. Lewat kanal YouTube Islami Brotherhood Television pada Selasa (13/1), tokoh itu menyampaikan pandangannya.
Intinya, dia tak terlalu ambil pusing dengan kritik terhadap pemerintah yang dilontarkan Pandji. Menurutnya, mengkritik penguasa itu hal biasa dan sah-sah saja. Tapi, lain cerita ketika yang disinggung adalah ibadah salat.
“Salat itu ajaran agama yang bersumber dari Al-Qur’an. Tidak pantas dijadikan bahan olok-olok atau candaan,” tegas Habib Rizieq. Baginya, ini soal penghormatan pada syiar Islam. Dia menyesalkan bagian materi yang dianggap melecehkan ibadah tersebut.
Ia punya pesan khusus untuk para pelawak: urusan penilaian keagamaan, serahkan saja pada ulama. Jangan asal simpulkan. Tak lupa, dia meminta Pandji untuk meminta maaf dan menghapus bagian yang bermasalah itu dari tayangannya. Desakan juga ditujukan ke Netflix, agar platform streaming itu mencabut atau setidaknya mengedit adegan yang menyinggung.
Demo Berlangsung di Depan Polda Metro
Di sisi lain, tekanan tak hanya datang dari pernyataan. Ratusan massa dari Gerakan Kader Umat Islam turun ke jalan. Mereka berunjuk rasa di depan Markas Polda Metro Jaya, Selasa kemarin. Aksi diawali dengan long march dari kawasan Universitas Atma Jaya, Jakarta Selatan.
Mereka mendesak Kapolda Metro Jaya dan jajarannya untuk segera mengusut tuntas dugaan penistaan ibadah salat oleh Pandji. Laporan ke polisi sudah dilayangkan, menyusul tayangan “Mens Rea Show” yang beredar luas di Netflix.
Koordinator aksi, Fachrullah Jasadi, berorasi dengan nada tegas. Dia bilang, materi itu sudah melampaui batas kebebasan berekspresi.
“Salat adalah ibadah paling fundamental, tiang agama. Menjadikannya bahan candaan atau satire adalah tindakan yang tidak bisa ditoleransi. Ini bisa memicu konflik sosial,” ujar Fachrullah di depan gedung Polda.
Bagi dia, persoalan ini bukan sekadar urusan seni atau hiburan belaka. Ada dugaan tindak pidana di dalamnya, yang konsekuensi hukumnya serius. Negara, katanya, jangan kalah dengan dalih kebebasan berkesenian. Penegak hukum harus tegas dan adil.
Fachrullah menyebut sejumlah pasal yang bisa dijerat, mulai dari UU ITE hingga KUHP Baru. Selain ke polisi, massa juga meminta Kementerian Komunikasi dan Digital bertindak. “Pemutusan akses perlu dipertimbangkan,” katanya. Dia mengingatkan, umat Islam tak akan diam jika ibadah sucinya dilecehkan.
Laporan Hukum Lainnya Segera Menyusul
Tak cuma demo, laporan hukum resmi juga sedang disiapkan. Forum Ulama Nusantara mengaku akan melaporkan Pandji ke polisi. Ketuanya, Nur Shollah Bek alias Wan, menyatakan pihaknya telah mengkaji materi yang beredar itu.
“Kami berencana melaporkan dugaan ini sebagai bentuk tanggung jawab moral,” kata Wan Bek di Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Senin (12/1).
Dia menegaskan, tujuan pelaporan bukan untuk memicu konflik. Tapi lebih sebagai upaya pencegahan, agar tak ada lagi pihak yang menjadikan ibadah sakral sebagai bahan lelucon.
“Kami tidak bermaksud menghakimi siapa pun. Kami hanya meminta negara hadir dan hukum ditegakkan secara adil,” tegasnya.
Materi spesifik yang dipersoalkan adalah bagian dimana Pandji menyentuh soal kriteria pemimpin yang rajin salat. Bagi Forum Ulama Nusantara, narasi itu sudah melampaui batas kritik sosial. Mereka menilai, menjaga salat adalah bagian dari akhlak. Ketika itu ditertawakan di ruang publik dengan jangkauan global, itu bukan lagi kritik yang sehat.
Wan Bek berharap aparat menindaklanjuti laporan mereka nanti secara profesional. Dia juga menekankan soal batas kebebasan berekspresi. Kebebasan berbicara, menurutnya, tak semestinya merendahkan simbol-simbol agama.
“Materi yang menjadikan solat sebagai humor, itu tidak pantas dan meresahkan. Harus ditindak tegas,” pungkasnya.
Artikel Terkait
Raffi Ahmad Penuhi Amanah Terakhir Jupe, Bantu Ibunda yang Terpuruk Ekonomi
Ketua Ombudsman RI Ditahan sebagai Tersangka Kasus Korupsi Nikel
Unhas Tanggapi Laporan Pungli Terhadap Pengusaha Rental Papan Ucapan di Area Kampus
Warga Jemur Gabah di Badan Jalan Bypass Mamminasata, Lalu Lintas Tetap Ramai