Habib Rizieq dan Massa Islam Desak Netflix Hapus Konten Pandji yang Disangkutkan dengan Salat

- Kamis, 15 Januari 2026 | 00:00 WIB
Habib Rizieq dan Massa Islam Desak Netflix Hapus Konten Pandji yang Disangkutkan dengan Salat

Isu terkait materi stand-up comedy Pandji Pragiwaksono di platform Netflix terus bergulir. Kali ini, respons datang dari Habib Rizieq Shihab. Lewat kanal YouTube Islami Brotherhood Television pada Selasa (13/1), tokoh itu menyampaikan pandangannya.

Intinya, dia tak terlalu ambil pusing dengan kritik terhadap pemerintah yang dilontarkan Pandji. Menurutnya, mengkritik penguasa itu hal biasa dan sah-sah saja. Tapi, lain cerita ketika yang disinggung adalah ibadah salat.

“Salat itu ajaran agama yang bersumber dari Al-Qur’an. Tidak pantas dijadikan bahan olok-olok atau candaan,” tegas Habib Rizieq. Baginya, ini soal penghormatan pada syiar Islam. Dia menyesalkan bagian materi yang dianggap melecehkan ibadah tersebut.

Ia punya pesan khusus untuk para pelawak: urusan penilaian keagamaan, serahkan saja pada ulama. Jangan asal simpulkan. Tak lupa, dia meminta Pandji untuk meminta maaf dan menghapus bagian yang bermasalah itu dari tayangannya. Desakan juga ditujukan ke Netflix, agar platform streaming itu mencabut atau setidaknya mengedit adegan yang menyinggung.

Demo Berlangsung di Depan Polda Metro

Di sisi lain, tekanan tak hanya datang dari pernyataan. Ratusan massa dari Gerakan Kader Umat Islam turun ke jalan. Mereka berunjuk rasa di depan Markas Polda Metro Jaya, Selasa kemarin. Aksi diawali dengan long march dari kawasan Universitas Atma Jaya, Jakarta Selatan.

Mereka mendesak Kapolda Metro Jaya dan jajarannya untuk segera mengusut tuntas dugaan penistaan ibadah salat oleh Pandji. Laporan ke polisi sudah dilayangkan, menyusul tayangan “Mens Rea Show” yang beredar luas di Netflix.

Koordinator aksi, Fachrullah Jasadi, berorasi dengan nada tegas. Dia bilang, materi itu sudah melampaui batas kebebasan berekspresi.

Bagi dia, persoalan ini bukan sekadar urusan seni atau hiburan belaka. Ada dugaan tindak pidana di dalamnya, yang konsekuensi hukumnya serius. Negara, katanya, jangan kalah dengan dalih kebebasan berkesenian. Penegak hukum harus tegas dan adil.

Editor: Bayu Santoso


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar